Politisi Demokrat Pesan, Hadirlah Saat Rakyat Butuh Pertolongan

oleh -421 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin sekaligus Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Gusti Yuli Rahman.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Politik tidak boleh berhenti pada janji dan slogan. Bagi masyarakat, ukuran seorang politisi bukan seberapa banyak berbicara, tetapi seberapa nyata kerja yang mampu dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin sekaligus Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Gusti Yuli Rahman menegaskan, Partai Demokrat memiliki catatan, bahwa politik dapat dijalankan dengan santun, bermartabat, sekaligus tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menurutnya, keberhasilan politik di masa lalu tidak cukup hanya dikenang. Justru, tantangan kader Partai Demokrat saat ini adalah membuktikan kembali bahwa politik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Partai Demokrat pernah membuktikan bahwa politik dapat dijalankan dengan santun, bermartabat, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Hari ini tugas kita bukan sekadar mengenang sejarah itu. Tugas kita adalah mengulang bahkan melampaui keberhasilan tersebut melalui kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” tegas Gusti Yuli. saat menghadiri kegiatan pendidikan politik, di Hotel Nasa. Sabtu (1/8/2026).

Ia menyebut, masyarakat saat ini semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Rakyat tidak lagi mudah terbuai oleh janji-janji politik yang hanya muncul menjelang pesta demokrasi.

“Masyarakat hari ini semakin cerdas. Mereka tidak lagi memilih karena janji. Mereka memilih karena bukti. Mereka tidak melihat siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang paling banyak bekerja,” ujarnya.

Karena itu, Gusti Yuli meminta seluruh kader Partai Demokrat di Kota Banjarmasin untuk tidak menjadikan masyarakat hanya sebagai sasaran ketika momentum Pemilu tiba.

Ia menekankan pentingnya kader untuk terus turun ke lapangan, mendengar keluhan warga, serta ikut memperjuangkan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jangan pernah lelah turun ke masyarakat. Jangan hanya hadir ketika Pemilu sudah dekat. Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara rakyat,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kader politik justru harus semakin terasa ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan. Politik, kata dia, harus hadir dalam bentuk kepedulian dan keberpihakan, bukan sekadar narasi.

“Tetapi hadir ketika rakyat membutuhkan bantuan. Hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Hadir ketika ada persoalan yang harus diperjuangkan,” tegasnya.

Gusti Yuli menilai, kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Kepercayaan lahir dari konsistensi, kerja nyata, dan keberanian memperjuangkan kepentingan warga meski tidak sedang berada dalam momentum politik.

“Karena sesungguhnya politik adalah tentang pengabdian. Politik adalah tentang keberpihakan. Politik adalah tentang menghadirkan harapan,” pungkasnya.

Dengan demikian, ia berharap seluruh kader Demokrat tidak hanya mengejar kemenangan elektoral, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan rakyat melalui kerja yang nyata dan berkelanjutan.

Sebab bagi masyarakat, politik bukan sekadar siapa yang menang dalam pemilu, melainkan siapa yang tetap berdiri bersama mereka ketika persoalan datang dan kehidupan sedang sulit.(benk/iniberita).