INIBERITA.id, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Golkar, HM Rian Zulfikar, memanfaatkan agenda reses Masa Sidang I Tahun 2026, dengan menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat. Kegiatan yang digelar pada Kamis (3/4/2026) itu, berlangsung dinamis dan dipenuhi keluhan warga dari sejumlah wilayah.
Reses tersebut dilaksanakan titik pertama , yakni di Kelurahan Pemurus Baru dan Kelurahan Kelayan Dalam pada sesi pertama, serta dilanjutkan di Kelurahan Pemurus Dalam dan Kelurahan Kelayan Timur pada titik kedua. Kehadiran warga di setiap lokasi menunjukkan tingginya harapan masyarakat, terhadap wakil rakyat dalam memperjuangkan kebutuhan riil di lapangan.
Rian Zulfikar yang akrab disapa Rian, mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan krusial berhasil dihimpun dari masyarakat dan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti.
“Banyak masukan yang kami terima hari ini. Ini bukan sekadar catatan, tetapi menjadi prioritas yang akan kami dorong melalui mekanisme di DPRD bersama SKPD terkait,” tegasnya.
Salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan pemasangan rambu-rambu lalu lintas serta kaca cembung (convex mirror) di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan permukiman yang berdekatan dengan sekolah. Warga menilai minimnya fasilitas keselamatan jalan berpotensi membahayakan anak-anak dan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, persoalan banjir kembali menjadi keluhan klasik yang hingga kini belum terselesaikan secara optimal. Warga mendesak adanya penanganan konkret, termasuk perbaikan sistem drainase. Tak hanya itu, kebutuhan akan pengadaan gerobak sampah di tingkat RT juga disuarakan sebagai upaya mendukung kebersihan lingkungan secara mandiri.
Keluhan lain yang tak kalah penting adalah terkait pohon-pohon besar yang dinilai sudah membahayakan. Warga meminta pemerintah segera melakukan penebangan terhadap pohon yang rawan tumbang dan telah mendekati jaringan listrik guna mencegah potensi bencana.
Di sektor pelayanan kesehatan, masyarakat juga menyoroti persoalan data BPJS Kesehatan yang nonaktif. Banyak warga mengaku kesulitan mengakses layanan karena kepesertaan mereka terhenti akibat tidak digunakan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka berharap adanya solusi dan bantuan untuk mengaktifkan kembali status tersebut.
Tak ketinggalan, warga juga mengusulkan pembangunan gorong-gorong baru serta peningkatan kualitas jalan di lingkungan permukiman. Hal ini dinilai penting untuk memperbaiki aksesibilitas sekaligus mengurangi dampak genangan air saat musim hujan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rian memastikan seluruh masukan akan dibawa ke forum resmi DPRD untuk dibahas lebih lanjut bersama mitra kerja pemerintah daerah.
“Semua aspirasi ini akan kami kawal. Kami akan dorong melalui rapat-rapat bersama dinas terkait agar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(benk/iniberita).
