Reses Noorlatifah Diserbu Aspirasi, 80 Persen Warga Sungai Lulut Tuntut Perbaikan Infrastruktur

oleh -1463 Dilihat
Teks foto. Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Noorlatifah, dari Fraksi Partai Golkar pada masa sidang I tahun 2026,

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Noorlatifah, dari Fraksi Partai Golkar pada masa sidang I tahun 2026, disambut antusias oleh warga. Kegiatan yang digelar di Jalan Pramuka, Komplek Green Yakin, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur tersebut menjadi ajang curhat sekaligus penyampaian berbagai aspirasi masyarakat.

Dalam forum yang berlangsung hangat itu, warga secara terbuka menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekitar. Mayoritas aspirasi yang mengemuka berkaitan dengan kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur, baik jalan kota, jalan lingkungan, hingga jalan titian yang berada di bantaran Sungai Martapura.

Noorlatifah, yang akrab disapa Lala, mengakui bahwa dominasi usulan warga memang masih berkutat pada persoalan fisik. Ia menyebutkan, sekitar 80 persen aspirasi yang masuk dalam pokok pikirannya (pokir) berasal dari permintaan perbaikan infrastruktur.

“Memang benar, hampir 80 persen aspirasi warga yang kami terima itu terkait perbaikan infrastruktur, baik jalan lingkungan, jalan kota, maupun titian di bantaran sungai. Ini menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Sementara itu, sekitar 20 persen sisanya mencakup sektor lain seperti pendidikan, sosial, dan ekonomi. Meski tidak sebesar usulan infrastruktur, Lala memastikan bahwa seluruh aspirasi tetap menjadi perhatian dan akan diperjuangkan secara bertahap.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Banjarmasin Timur, ia menegaskan komitmennya untuk menyerap dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar usulan yang telah diserap sebelumnya sudah berhasil direalisasikan.

“Alhamdulillah, hampir 80 persen aspirasi yang kami tampung sebelumnya sudah terealisasi. Ini tentu berkat sinergi antara DPRD dan pemerintah kota,” katanya.

Namun demikian, Lala menekankan bahwa persoalan di masyarakat tidak hanya sebatas infrastruktur. Ia juga menyoroti isu lain yang tak kalah penting, yakni penanganan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin, termasuk di wilayah Sungai Lulut.

Menurutnya, permasalahan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Persoalan sampah ini tidak akan selesai tanpa dukungan masyarakat. Saya mengajak seluruh konstituen untuk ikut berperan, menjaga lingkungan, dan membantu pemerintah dalam upaya penanganan sampah,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran kolektif masyarakat terus meningkat, sehingga persoalan lingkungan dapat diatasi secara bersama-sama. Lala juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mendorong program-program yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Melalui reses ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih kuat antara masyarakat dan wakil rakyat, sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.(silvi/iniberita).