Takbir Keliling Banjarmasin Disorot, DPRD Minta Jangan Jadi Ajang Hambur-hamburkan Anggaran dan Proyek EO

oleh -1635 Dilihat
Teks foto. Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Rencana pelaksanaan takbir keliling malam Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Banjarmasin mulai menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Banjarmasin. Selain mengingatkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana, dewan juga menegaskan agar pelaksanaan takbir tidak dijadikan ajang pemborosan anggaran maupun proyek bagi event organizer (EO).

Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, HM Faisal Hariyadi mengungkapkan, pihaknya pada prinsipnya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang kembali menggelar takbir keliling secara terorganisir pada malam Iduladha tahun ini.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir pelaksanaan takbir keliling di Banjarmasin dinilai kurang tertata dan berjalan tanpa konsep yang jelas. Karena itu, adanya festival atau kegiatan yang dikemas resmi oleh pemerintah dianggap dapat memberikan arah dan pengaturan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Memang dewan mengapresiasi rencana Pemko Banjarmasin menggelar takbir keliling. Harapannya kegiatan ini bisa lebih terorganisir dan tertata dengan baik. Selama ini pelaksanaan takbir kadang berjalan tidak terarah,” ujar Faisal, Senin (25/5/2026).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut harus dilakukan secara sederhana dan efisien, terlebih di tengah kebijakan penghematan anggaran yang saat ini tengah diterapkan pemerintah.

Faisal mengingatkan agar jangan sampai kegiatan seremonial seperti takbir keliling justru membebani anggaran daerah secara berlebihan. Ia menilai penggunaan dana harus benar-benar diperhitungkan dan tidak dibuat seolah-olah menjadi kebutuhan besar yang akhirnya membuka ruang pemborosan.

“Dewan meminta pelaksanaannya sesederhana mungkin. Apalagi sekarang pemerintah sedang diperintahkan untuk melakukan efisiensi anggaran. Jangan sampai kegiatan seperti ini malah menjadi alasan menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Politisi tersebut juga menyoroti mekanisme penggunaan anggaran antar-SKPD dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, apabila kegiatan tersebut menjadi kewenangan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), maka anggaran harus tetap berada pada dinas terkait dan tidak dilempar ke bagian lain.

Ia menilai praktik saling melempar tanggung jawab anggaran antarinstansi hanya akan memunculkan kesan bahwa kegiatan dibuat-buat demi kepentingan tertentu.

“Kalau memang kegiatan itu ranah Disbudporapar, ya anggarannya di situ. Jangan sampai tidak ada kegiatan lalu tiba-tiba membuat event dan melempar ke dinas atau bagian lain. Itu tidak baik dan bisa menimbulkan kesan event diada-adakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil membenarkan bahwa dalam setiap pelaksanaan event, biasanya memang ada pihak EO yang menawarkan jasa kepada pemerintah daerah.

Namun ia menegaskan, untuk pelaksanaan takbir keliling Iduladha tahun ini, Pemerintah Kota Banjarmasin dipastikan tidak akan menggunakan jasa EO seperti isu yang berkembang belakangan.

Menurut Ibnu, panitia utama kegiatan tersebut sebenarnya berada di bawah koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Banjarmasin. Meski banyak tawaran dari pihak luar, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah kota.

“Kalau ada event memang hal yang wajar ada EO menawarkan jasa. Tapi keputusan tetap di pemerintah kota, diterima atau tidak,” ujarnya saat berada di DPRD Kota Banjarmasin.

Ia juga menegaskan bahwa Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR telah memberikan arahan tegas agar pelaksanaan takbir keliling dilakukan secara sederhana tanpa melibatkan jasa EO.

Menurutnya, wali kota hanya menginginkan kegiatan pelepasan peserta diatur oleh bagian protokol pemerintah kota tanpa kemasan berlebihan.

“Sesuai arahan pak wali kota, pelaksanaannya sederhana saja dan tidak usah memakai jasa EO. Permintaan beliau cukup diatur bagian protokol untuk pelepasan,” jelas Ibnu.

Penegasan serupa juga disampaikan Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar saat dihubungan lewat telpon WhatsApp, dengan tegas ia membantah isu yang menyebut pelaksanaan takbir keliling akan dikelola oleh EO tertentu yang disebut-sebut dekat dengan orang nomor satu di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Menurut Ichrom, isu tersebut tidak benar dan pihaknya memastikan seluruh pelaksanaan kegiatan tetap mengikuti arahan pimpinan daerah untuk dilakukan secara sederhana serta tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Pelaksanaan takbir keliling nanti tidak memakai EO sebagaimana isu yang berkembang saat ini. Kami tentu harus menjalankan arahan pimpinan,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa EO yang disebut-sebut akan dilibatkan merupakan orang dekat pejabat tertentu di lingkungan pemerintah kota.

“Apalagi ada isu EO itu orang dekat orang nomor satu di Pemko Banjarmasin, itu tidak benar,” pungkasnya.(benk/iniberita).