Transformasi Pendidikan HST Dimulai: Kepemimpinan Berbasis Kepercayaan dan Pembelajaran Berdampak Jadi Fokus

oleh -1432 Dilihat
Teks foto. Asisten bidang Pemerintahan H Ainur Rafiq hadir dalam kegiatan dan memberikan sambutan mewakili Bupati HST.

INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi memulai langkah strategis dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pelatihan bertajuk Leading with Trust, Teaching with Impact. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi peserta didik.

Kegiatan pembukaan dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) di Pendopo Bupati HST, sebagai bagian dari rangkaian program Whole System Transformation yang berlangsung selama 20 hingga 25 April 2026 di Aula Hotel Darul Istiqamah Barabai.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan H Ainur Rafiq, unsur pimpinan DPRD, para asisten dan staf ahli bupati, serta perwakilan organisasi pendidikan seperti Dewan Pendidikan, PGRI, PWI, HIMPAUDI, hingga pengurus MGMP, MKKS, dan KKG. Hadir pula narasumber nasional, Kandidat Dr. Rian Octa Pratama, bersama jajaran praktisi pendidikan lainnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan HST Salihin, dalam laporannya menegaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mengubah paradigma pendidikan. Menurutnya, transformasi menuntut peran pemimpin pendidikan yang tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan budaya kerja yang kuat. Di sisi lain, guru dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid.

“Kegiatan ini memiliki empat tujuan utama, yaitu memperkuat kepemimpinan berbasis kepercayaan, meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran aktif, menyusun strategi pendidikan yang berdampak, serta menghasilkan School Impact Action Plan yang siap diimplementasikan,” jelas Salihin.

Pelatihan ini menghadirkan praktisi pendidikan nasional, Kandidat Dr Rian Octa Pratama yang juga menjabat sebagai Chief Technology Officer di Lentera Reformasi Edukasi. Secara teknis, kegiatan dibagi dalam dua tahap. Dua hari pertama difokuskan pada penguatan kepemimpinan bagi 94 peserta yang terdiri dari pengawas, penilik, dan kepala sekolah. Sementara empat hari berikutnya diikuti oleh 456 guru SMP yang dibagi dalam beberapa angkatan melalui forum MGMP.

Sambutan Bupati HST yang dibacakan oleh Asisten I Ainur Rafiq menegaskan, bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh infrastruktur, melainkan oleh kekuatan sumber daya manusia dan kepemimpinan yang efektif. Kepala sekolah, kata dia, harus menjadi motor penggerak perubahan, sementara guru berperan sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter dan kompetensi siswa.

“Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen untuk menciptakan sinergi antara kepemimpinan yang kuat dan praktik pembelajaran yang berkualitas,” ujar Ainur Rafiq.

Pemerintah Kabupaten HST berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi titik awal perubahan konkret di lapangan. Melalui program ini, diharapkan lahir berbagai praktik baik di sekolah, tata kelola pendidikan yang lebih solid, serta proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen HST dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan masa depan. (s3/iniberita)