INIBERITA.id, BALANGAN – Wakil rakyat DPRD Balangan Hanil Tamjid menaruh perhatian, sekaligus memberikan apresiasi terhadap tradisi masyarakat Desa Hukai, dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga setempat secara turun-temurun memiliki kebiasaan unik dengan menyajikan kue bingka berbentuk segi enam sebagai simbol kebersamaan dan ketulusan.
Menurut Hanil Tamjid, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kemajuan zaman.
“Tradisi seperti di Desa Hukai ini patut dilestarikan, karena bukan hanya menonjolkan aspek religi, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya, Minggu (14/9/2-25).
Ia menambahkan, keunikan kue bingka segi enam memiliki makna filosofi tersendiri bagi masyarakat Hukai, menggambarkan kesempurnaan dan keseimbangan hidup sebagaimana ajaran Rasulullah SAW. Dalam setiap perayaan Maulid Nabi, warga dengan antusias bergotong royong menyiapkan bahan dan membuat kue tersebut untuk dibagikan kepada para tamu dan peserta acara keagamaan.
Hanil Tamjid berharap tradisi semacam ini dapat terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Selatan untuk memadukan nilai budaya lokal dengan semangat keagamaan.
“Pelestarian tradisi adalah bagian dari menjaga identitas daerah dan memperkuat karakter masyarakat yang religius dan gotong royong,” tambahnya.
Perayaan Maulid Nabi di Desa Hukai tahun ini berlangsung meriah, diwarnai pembacaan Maulid Habsyi, tausiah, dan doa bersama. Kue bingka segi enam buatan warga pun menjadi sajian utama yang dinantikan setiap tahun sebagai wujud syukur dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.(mur/iniberita).







