20 Tahun Terisolasi, Dusun Lok Nyiur Kini Terhubung Berkat Pembangunan Jalan Pemkab HST

oleh -1442 Dilihat
Teks foto, Pemkab melalui Dinas PUPR HST pemeliharaan jalan telah direalisasikan sepanjang ribuan meter.

INIBERITA.id, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan. Sepanjang 2025, berbagai proyek yang dilaksanakan melalui Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berhasil meningkatkan aksesibilitas dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas PUPR HST, pemeliharaan jalan telah direalisasikan sepanjang 2.177,242 meter. Selain itu, pemerintah juga melakukan peningkatan struktur jalan sepanjang 30.889 meter, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang 54.953 meter, serta pembangunan jalan baru sepanjang 2.485 meter.

Di sektor jembatan, pembangunan dan pemeliharaan juga terus dilakukan. Sepanjang tahun lalu, rehabilitasi jembatan mencapai 319,8 meter, pembangunan jembatan baru 155 meter, pemeliharaan jembatan 262,85 meter, serta peningkatan atau pelebaran jembatan sepanjang 42 meter.

Manfaat pembangunan tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya warga Dusun Lok Nyiur, Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan. Selama hampir dua dekade, warga setempat harus melintasi wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari akibat terbatasnya akses jalan menuju daerah mereka.

Ketua RT 2 Pengambau Hilir Luar, Sudiani, mengatakan pembangunan jalan Lok Nyiur–Pudak menjadi titik balik bagi kehidupan masyarakat di dusun tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati HST, Samsul Rizal, atas perhatian terhadap pembangunan di Lok Nyiur. Selama kurang lebih 20 tahun kami seperti terisolasi dan belum tersentuh pembangunan. Dulu, untuk aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, hingga mengantar anak-anak ke sekolah, kami harus melewati wilayah kabupaten tetangga. Sekarang semuanya jauh lebih mudah,” ungkapnya.

Dampak positif pembangunan infrastruktur juga dirasakan warga Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai. Syamsuddin, salah seorang warga, menilai pembangunan jalan beton yang ditinggikan di kawasan Tri Kesuma sangat membantu masyarakat saat banjir melanda.

“Karena kami tinggal di bantaran sungai, banjir memang sering terjadi. Namun dengan adanya jalan beton yang ditinggikan, masyarakat tetap bisa beraktivitas meskipun banjir datang,” katanya.

Selain menjaga kelancaran mobilitas saat musim banjir, jalan tersebut juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan menuju pasar. Akses itu sekaligus menjadi jalur penting bagi para pelajar yang bersekolah di sejumlah lembaga pendidikan di Kelurahan Barabai Darat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten HST, Syahidin, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar membangun infrastruktur fisik. Lebih dari itu, pembangunan ini membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung kegiatan pendidikan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” ujar Syahidin.

Dengan terus berlanjutnya pembangunan jalan dan jembatan di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten HST berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, perekonomian masyarakat tumbuh, dan kualitas hidup warga terus meningkat. (s3/iniberita)