Darurat Sampah Di Banjarmasin, Dirjen Cipta Karya Akan Bentuk Tim Indeks Resiko

oleh -2572 Dilihat
Teks foto (Istimewa) Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR dan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Dewi Chomistriana.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Status darurat sampah di Banjarmasin, bukan saja menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah kota sendiri, namun pihak Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, ternyata menaruh perhatian serius untuk menanganani kondisi sampah di kota julukan kota seribu sungai tersebut.

Keseriusan Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana, pihaknya akan membentuk tim indeks reesiko bersama Kementerian LIngkungan Hidup.Pasalnya, Penurupan TPA Basirih ini harus diukur, sejauhmana pencemaran yang terjadi, jangan didiamkan tanpak memberikan solusi perbaikan, karena tumpukan sampah tersebut akan menghasilkan gas dan lindi dan harus dipilah juga.

“Kementerian PU, Pembina Teknis untuk situasi yang terjadi di Banjarmasin adalah  kami akan memberikan kontribusi dan upaya sebesar-besarnya, kami akan menggandeng Kementerian LH untuk membantuk tim indeks resiko,” ungkap Dewi Chomistriana saat bertemu dengan Wali Kota HM Yamin dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda.Kamis (17/4/2025) siang.

Ditambahkan Dewi,  kondisi yang terjadi di Kota Banjarmasin harus ditangani, dengan bersama-sama, baik pemerintah seluruh stake holder hingga masyarakat, dengan berkolaborasi permasalahannya cepat terselesaikan, hal ini buka pekerjaan pemerintah kota, tapi masyarakat dan stake holder juga terlibat penanganan sampah Banjarmasin ini.

Dan pemerintah pusat juga sangat mendukung sosialisasi yang dilakukan Pemko Banjarmasin, dalam rangka mengurangi timbunan sampah, dengan cara melakukan upaya pilah sampah dari rumah, karena hal ini sangat efektif dilakukan dan sudah terbukti dibeberapa daerah.

“Sudah ada contoh kabupaten/kota lain, karena peran besar masyakat memilah, bahkan bisa mengurangi setengahnya menggunakan tonase,”ujarnya.(benk/iniberita).