INIBERITA.id, BANJARMASIN – Puluhan sekolah negeri jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin, masih mengalami kekurangan peserta didik, pada Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kondisi tersebut menyebabkan banyak bangku sekolah belum terisi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, pemerintah tengah mematangkan rencana regrouping atau penggabungan sekolah yang minim peminat. Di sisi lain, pembangunan unit sekolah baru juga mulai dipertimbangkan untuk kawasan dengan kepadatan penduduk yang terus meningkat.
“Ada banyak faktor yang menyebabkan sekolah-sekolah tertentu sepi pendaftar, terutama yang berkaitan dengan jalur domisili,” ujar Ryan, Senin (6/7/2026).
Beberapa sekolah yang masih kekurangan siswa di antaranya SDN Teluk Dalam 10, SDN Kuin Selatan 5, SMPN 20, dan SMPN 29 Banjarmasin.
Menurut Ryan, pergeseran demografi menjadi penyebab utama tidak meratanya jumlah peserta didik. Banyak warga yang sebelumnya tinggal di kawasan pusat kota seperti Banjarmasin Tengah dan Banjarmasin Barat kini berpindah ke wilayah pengembangan baru, terutama Banjarmasin Utara.
“Yang paling memengaruhi kondisi ini adalah terjadinya pergeseran pola tempat tinggal atau perubahan demografi masyarakat di Kota Banjarmasin,” katanya.
Ryan menegaskan, pemerintah tidak bisa memaksa masyarakat untuk memilih sekolah negeri. Namun, pemerintah tetap berkewajiban meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar sekolah negeri semakin diminati.
“Kami tidak bisa memaksakan orang tua atau pelajar untuk mendaftar ke sekolah negeri. Tetapi menjadi kewajiban pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas dan memberikan pelayanan terbaik di sekolah negeri,” tegasnya.
Ia menambahkan, rencana regrouping akan dilakukan melalui proses kajian dan pemetaan secara bertahap. Selain menggabungkan sekolah yang kekurangan siswa, Dinas Pendidikan juga menyiapkan pembangunan sekolah baru di kawasan yang membutuhkan tambahan daya tampung.
“Kami berencana membangun unit sekolah baru di wilayah strategis yang membutuhkan daya tampung lebih besar, sehingga akses pendidikan dapat mengikuti perkembangan demografi Kota Banjarmasin,”tambahnya. (silvi/iniberita)
