Rakortek Disbunnak Kalsel 2025: Sinkronkan RPJMD, Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing Pekebun-Peternak

oleh -1717 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Tahun 2025, di Banjarbaru, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan sektor perkebunan dan peternakan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Selatan serta Rencana Strategis (Renstra) Disbunnak Tahun 2025–2029.

Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi, menegaskan forum tersebut merupakan tahapan krusial dalam memastikan perencanaan pembangunan daerah berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Forum ini adalah bagian penting dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah yang lebih baik, terarah, dan berkesinambungan. Hasil pembahasan akan dirumuskan dalam berita acara kesepakatan sebagai bahan penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah,” ujarnya.

Menurut Suparmi, forum ini bertujuan menyelaraskan program dan kegiatan perangkat daerah dengan prioritas pembangunan daerah dan nasional, sekaligus menjaring aspirasi masyarakat serta para pemangku kepentingan.

Ia menekankan bahwa perencanaan yang efektif harus berbasis data, adaptif terhadap tantangan dan peluang ke depan, serta mampu menjawab kebutuhan riil para pekebun dan peternak.

“Perencanaan yang baik harus berbasis data, mempertimbangkan tantangan dan peluang, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat pekebun dan peternak,” tegasnya.

Suparmi menyebut sektor perkebunan dan peternakan memiliki peran strategis dalam struktur perekonomian Kalimantan Selatan, baik dalam menjaga ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maupun mendukung keberlanjutan lingkungan.

Selama ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menjalankan berbagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun dan peternak, mulai dari penguatan sektor hulu hingga hilir guna menciptakan nilai tambah dan daya saing usaha.

Berbagai intervensi dilakukan, di antaranya pemberian bantuan sarana dan prasarana, intensifikasi dan pengembangan lahan, peningkatan produksi dan produktivitas tanaman perkebunan, penguatan fungsi perbibitan dan pakan ternak, peningkatan layanan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, hingga pengolahan hasil untuk mendukung program strategis nasional dan prioritas daerah.

Program-program tersebut dikemas dalam sejumlah super prioritas yang telah digaungkan sejak 2021, yakni Program Pengembangan Korporasi Petani Berbasis Kawasan Karet (BANGSIBUN BAKARET), Percepatan Swasembada Sapi Potong melalui Integrasi Kelapa Sawit–Sapi berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP), serta Pengembangan Itik di Lahan Rawa dan Kering (SITI HAWA LARI).

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi fokus pembahasan, antara lain peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan, penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk, menjaga keberlanjutan dan ketahanan pangan, serta mendorong investasi dan kemitraan dengan sektor swasta maupun akademisi.

“Kita ingin sektor ini tidak hanya kuat di hulu, tetapi juga mampu mendorong hilirisasi sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah,” ujarnya.

Suparmi juga menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor perkebunan dan peternakan sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Banua.

Ia pun mendorong seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja secara sinergis dan terintegrasi dalam merealisasikan program prioritas tersebut.

“Perencanaan harus selaras dengan RPJMD dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin sektor perkebunan dan peternakan Kalimantan Selatan akan semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui forum ini, Disbunnak Kalsel berharap terbangun sinergi solid antar pemangku kepentingan, sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan benar-benar implementatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Harapan kami, forum ini mampu melahirkan sinergi yang kuat sehingga hasil perencanaan mampu menjawab tantangan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(adv/iniberita).