INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, M Isnaini, di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Jumat (3/4/2026), dipenuhi keluhan warga terkait persoalan lingkungan yang dinilai kian mendesak untuk ditangani.
Bertempat di fasilitas umum (fasum) Komplek HKSN Permai, puluhan warga hadir dan secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari sistem drainase yang tidak berfungsi optimal hingga penataan kabel listrik dan jaringan internet yang semrawut.
Masalah drainase menjadi sorotan utama. Warga mengungkapkan, setiap kali hujan turun, genangan air kerap terjadi akibat saluran yang tidak mampu menampung debit air. Kondisi ini tak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko munculnya penyakit lingkungan.
Selain itu, persoalan kabel yang menjuntai tanpa penataan rapi turut dikeluhkan. Instalasi kabel listrik dan jaringan internet yang tumpang tindih dinilai merusak estetika kawasan permukiman dan berpotensi membahayakan keselamatan warga, termasuk risiko korsleting hingga kebakaran.

Menanggapi hal tersebut, M Isnaini menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin serta instansi terkait guna mencari solusi konkret.
“Semua keluhan warga kami catat dan akan kami dorong untuk segera dibahas bersama Pemkot. Drainase dan penataan kabel ini bukan persoalan sepele, karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tegas kader Partai Gerindra ini.
Ia menambahkan, pembangunan kota ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada fungsi semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek estetika serta keamanan lingkungan.
“Penataan kota yang baik harus mencakup semuanya fungsi, keindahan, dan keselamatan. Kita ingin Banjarmasin menjadi kota yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi seluruh warganya,” tambah Isnaini.
Melalui kegiatan reses ini, ia berharap aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap penyerapan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga.(benk/iniberita).
