Lahan Kian Menyusut, Yamin Turun Langsung Tanam Padi: Sungai Andai Jadi Tumpuan Ketahanan Pangan Banjarmasin

oleh -1376 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Bamjarmasin HM Yamin HR saat menanam pagi di kawasan sungai andai.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Komitmen menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan kembali ditegaskan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, serta Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, ia turun langsung melakukan tanam padi perdana bersama para petani di kawasan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mempertahankan sektor pertanian yang kian terdesak oleh keterbatasan ruang. Yamin menegaskan, dengan luas wilayah kota yang hanya sekitar 98 kilometer persegi, keberadaan lahan pertanian harus dijaga agar tidak terus tergerus.

Dari total sekitar 260 hektare lahan pertanian yang tersisa, hanya sekitar 200 hektare yang masih dapat digarap secara optimal. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius sekaligus peringatan bagi semua pihak.

“Kita harus menjaga kawasan ini sebagai wilayah pertanian. Jangan sampai hilang. Ini menyangkut masa depan pangan kita,” tegas Yamin.

Ia menyebut kawasan Sungai Andai memiliki potensi strategis sebagai penopang kebutuhan pangan lokal.

Terlebih, puncak musim tanam diperkirakan akan terjadi pada Mei 2026. Namun demikian, berbagai tantangan turut membayangi, mulai dari ancaman banjir saat musim hujan, kekeringan saat kemarau, hingga serangan hama.

Untuk itu, Yamin mendorong adanya dukungan dari pemerintah provinsi maupun balai wilayah dalam pembangunan infrastruktur pertanian, khususnya sistem irigasi yang memadai. Ia menekankan pentingnya solusi terpadu, baik saat menghadapi banjir maupun kekeringan.

“Ketika banjir jangan sampai tanaman terendam terlalu lama, dan saat kemarau harus ada sistem pompanisasi agar petani tetap bisa berproduksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, mengungkapkan bahwa capaian produksi padi pada tahun 2025 cukup menggembirakan. Total luas panen mencapai sekitar 1.900 hektare dengan produksi kurang lebih 10 ribu ton beras.

Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun 2026. Ia optimistis hal itu bisa terwujud, mengingat kondisi kesuburan tanah di wilayah Banjarmasin masih tergolong baik.

“Kita berharap target tahun ini bisa tercapai, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. Potensi kita masih sangat memungkinkan untuk itu,” pungkas Yuliansyah.(silvi/iniberita).