Dermaga Pasar Terapung Kalsel di TMII Diresmikan, Wali Kota Banjarmasin Sebut Momentum Penguatan Identitas Banua

oleh -1321 Dilihat

INIBERITA.id, JAKARTA — Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, didampingi Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, menghadiri peresmian Dermaga Pasar Terapung Kalimantan Selatan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (11/4/2026).

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita.

Kegiatan ini turut dihadiri pejabat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kepala daerah se-Kalimantan Selatan, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah provinsi. Peresmian dermaga tersebut menjadi bagian dari upaya strategis memperkenalkan budaya khas Banua di tingkat nasional melalui penyediaan fasilitas representatif di kawasan TMII.

Pembangunan Dermaga Pasar Terapung merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam melestarikan warisan budaya sungai sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata. Kehadiran dermaga ini diharapkan menjadi etalase budaya, khususnya tradisi pasar terapung yang telah mengakar sejak masa Kesultanan Banjar.

Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, menilai peresmian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah di kancah nasional, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

“Peresmian Dermaga Pasar Terapung di TMII ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya sungai khas Banua kepada masyarakat luas. Ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga representasi jati diri urang Banjar yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menyampaikan bahwa kehadiran dermaga ini menjadi kemajuan signifikan bagi sektor pariwisata daerah serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai pusat warisan budaya sungai di Indonesia.

Rangkaian kegiatan peresmian turut diramaikan dengan berbagai atraksi budaya, mulai dari seni tradisional Banjar, simulasi pasar terapung, pameran UMKM, kuliner khas daerah, hingga fashion show wastra lokal. Seluruh rangkaian ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat industri kreatif di Banua. (silvi/iniberita)