Pemko Banjarmasin Evaluasi Program Triwulan I 2026, Wali Kota Dorong Percepatan Realisasi dan Serapan Anggaran

oleh -1327 Dilihat
Teks foto. Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2026.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas Pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR mengungkapkan, sejumlah kendala yang masih menghambat percepatan pelaksanaan program, mulai dari belum cairnya anggaran, perubahan perencanaan, hingga minimnya penyedia dalam proses pengadaan barang dan jasa. Bahkan, menurutnya, tidak jarang paket kegiatan yang telah ditayangkan tidak diminati oleh penyedia.

“Kalau ada kendalanya di mana, kita bahas bersama. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena ini menyangkut pelayanan publik,” tegas Yamin.

Ia menilai, rendahnya serapan anggaran tidak hanya disebabkan faktor teknis, tetapi juga kurangnya akselerasi di tingkat pelaksana. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang dialog dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mencari solusi bersama.

“Realisasi kita masih rendah. Ini harus menjadi perhatian bersama. Sekarang sudah April, seharusnya program sudah mulai berjalan, bukan lagi tahap persiapan,” ujarnya.

Yamin juga menargetkan periode April hingga Mei sebagai titik awal seluruh program benar-benar “landing” atau berjalan di lapangan. Untuk memperkuat komitmen tersebut, seluruh SKPD turut menandatangani pakta integritas sebagai bentuk keseriusan dalam mencapai target, disertai konsekuensi tegas jika tidak terpenuhi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syabana, menegaskan bahwa Inspektorat akan melakukan pengawasan ketat terhadap progres pelaksanaan program sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan.

“Kendala terbesar saat ini masih berada pada proses pengadaan, khususnya di sektor pekerjaan umum. Sekitar 43 persen kegiatan masih dalam tahap pemilihan penyedia atau lelang. Proses ini kerap berulang karena ketidaksesuaian kriteria atau minimnya peserta,” jelas Dolly.

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan infrastruktur, berpotensi mengalami keterlambatan hingga akhir tahun apabila tidak segera dipercepat.

“Target kita, Oktober sudah selesai. Jadi akhir tahun bukan lagi mulai, tetapi tinggal peresmian atau minimal peletakan batu pertama,” pungkasnya.(silvi/iniberita).