Pesan Tegas Bupati Samsul Rizal di Milad Al Futuwwah: Pendidikan Banua Harus Melompat Lebih Progresif dan Berdaya Saing

oleh -1413 Dilihat
Teks foto. Wakil Bupati HST H Gusti Rosyadi Elmi, hadir mewakili Bupati HST Samsul Rizal dengan membawa pesan strategis terkait percepatan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama masa depan daerah.

INIBERITA.id, BARABAI – Komitmen mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali ditegaskan dalam peringatan Milad ke-29 Yayasan Al Futuwwah Barabai, Sabtu (18/4/2026).

Momentum ini menjadi panggung penguatan arah pembangunan sumber daya manusia yang lebih adaptif, berkarakter, dan kompetitif.

Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi, hadir mewakili Bupati HST Samsul Rizal dengan membawa pesan strategis terkait percepatan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama masa depan daerah.

Di hadapan para pendidik, tokoh masyarakat, dan undangan yang hadir, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten HST menaruh harapan besar kepada lembaga pendidikan berbasis nilai seperti Al Futuwwah untuk terus melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Bupati HST, Samsul Rizal, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata Al Futuwwah yang konsisten membangun kualitas dan karakter generasi Banua. Ini bukan sekadar capaian lembaga, tetapi bagian penting dalam menyiapkan masa depan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan harus terus diperkuat agar transformasi pendidikan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Milad ke-29 ini tidak hanya menjadi seremoni rutin, tetapi juga ruang refleksi perjalanan panjang yayasan dalam membangun pendidikan berbasis nilai. Mengusung tema “Akselerasi Pendidikan Banua Membangun Masa Depan Indonesia”, Al Futuwwah menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi jumlah peserta didik, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga penguatan program unggulan seperti tahfizh Al-Qur’an.

Ketua Yayasan Al Futuwwah, Dr. H. Khairani, M.Pd.I, menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan ke depan semakin kompleks dan menuntut inovasi berkelanjutan.

Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan nilai spiritual peserta didik.

“Al Futuwwah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan akhlak. Dari sini diharapkan lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berintegritas,” katanya.

Selain refleksi, peringatan milad juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan. Empat pegawai dengan masa pengabdian selama 20 tahun mendapatkan hadiah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi panjang mereka.

Penghormatan juga diberikan kepada guru yang telah memasuki masa purna tugas, serta santunan bagi keluarga besar yayasan yang tengah berduka, memperkuat nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi lembaga.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui berbagai penampilan kreatif para guru, mulai dari drama edukatif, drumband, hingga madihin yang mencerminkan semangat dan kekompakan lingkungan pendidikan SIT Al Khair.

Kehadiran pemerintah daerah dalam momentum ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara pemangku kebijakan dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam mendorong kemajuan pendidikan Banua yang lebih progresif, inklusif, dan berkelanjutan. (s3/iniberita)