INIBERITA.id, BANJARMASIN – Ketua Panitia Khusus (Pansus) III LKPj DPRD Kalimantan Selatan, H. Husnul Fatahillah, menegaskan pentingnya penajaman skala prioritas dalam pelaksanaan program pembangunan daerah, khususnya terhadap sejumlah proyek strategis bernilai besar.
Penegasan tersebut disampaikan usai rapat Pansus III bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (21/4/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, dengan agenda utama mengevaluasi progres serta urgensi sejumlah proyek yang tengah berjalan.
Dalam keterangannya, Husnul menyoroti beberapa program pembangunan berskala besar, mulai dari rencana pembangunan stadion bertaraf internasional, rumah dinas gubernur, hingga rehabilitasi fasilitas layanan kesehatan. Ia menilai, meskipun proyek-proyek tersebut memiliki nilai strategis dalam jangka panjang, pelaksanaannya tetap harus dikaji secara cermat.
Menurutnya, penyesuaian dengan kondisi fiskal daerah menjadi hal krusial, agar pembangunan tidak justru mengorbankan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, terutama di sektor pelayanan dasar.
“Kami melihat pembangunan ini penting dalam jangka panjang, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan efisiensi anggaran dan dampaknya bagi masyarakat. Jangan sampai program besar justru menggeser kebutuhan yang lebih prioritas,” tegas Husnul.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pansus III mendorong pemerintah daerah agar mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur representatif dengan peningkatan kualitas layanan dasar bagi masyarakat. Evaluasi yang dilakukan, kata dia, bukan untuk menghambat jalannya program pemerintah, melainkan memastikan setiap kebijakan berjalan tepat sasaran dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Yang kami lakukan adalah pengawasan agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menilai, setiap program pembangunan harus dirancang secara matang dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang serta kemampuan keuangan daerah saat ini.
Menurut Kartoyo, proyek-proyek strategis seperti pembangunan fasilitas olahraga, sarana penunjang pemerintahan, hingga layanan kesehatan tetap perlu dilanjutkan. Namun, pendekatan yang digunakan harus lebih terukur, realistis, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kami mendukung pembangunan yang direncanakan pemerintah, namun harus dilaksanakan secara bijak dan proporsional. Efisiensi anggaran menjadi kunci agar seluruh sektor tetap mendapatkan perhatian yang adil,” ujarnya.
Melalui evaluasi ini, DPRD Kalsel berharap arah pembangunan daerah ke depan dapat lebih terfokus, tidak hanya mengejar proyek-proyek besar yang bersifat simbolik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat secara berkelanjutan. (sop/iniberita)
