JMSI Kalsel Dikukuhkan, Bidik Verifikasi 70 Media Siber dan Pacu Transformasi Digital Pers Banua

oleh -1493 Dilihat
Teks foto. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Selatan resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2025–2030 di Aula Dispersip Kalimantan Selatan,

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Selatan resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2025–2030 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan, Senin (8/6/2026). Kepengurusan baru langsung memasang target besar, yakni memfasilitasi verifikasi sekitar 70 perusahaan media siber yang belum terdaftar di Dewan Pers sekaligus mempercepat transformasi digital industri media di Banua.

Ketua JMSI Kalsel Anshari Yannoor menegaskan, bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan industri media yang terus berkembang di era digital.

Menurutnya, salah satu persoalan mendasar yang masih dihadapi media siber di Kalimantan Selatan adalah belum terpenuhinya standar perusahaan pers sesuai ketentuan Dewan Pers. Dari ratusan media yang beroperasi, baru sekitar separuh yang telah mengantongi status verifikasi.

“Media yang belum terverifikasi akan kami dampingi secara bertahap. Apalagi di kepengurusan pusat JMSI sudah ada kelompok kerja khusus yang menangani proses verifikasi Dewan Pers, sehingga dapat membantu percepatan bagi media-media di daerah,” ujar Anshari.

Ia menekankan, penguatan legalitas perusahaan pers menjadi langkah penting untuk meningkatkan kredibilitas media sekaligus memperkuat ekosistem pers yang sehat dan profesional di Kalimantan Selatan.

Selain itu, JMSI Kalsel juga berkomitmen melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya dengan menghadirkan program-program yang relevan terhadap kebutuhan industri media saat ini.

Untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi, JMSI Kalsel telah menyiapkan tiga program strategis. Pertama, mempercepat transformasi digital dan adaptasi teknologi bagi perusahaan media siber. Kedua, meningkatkan kompetensi jurnalis serta pengelola media melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ketiga, memperkuat literasi media di tengah masyarakat agar semakin cerdas dan kritis dalam menyaring informasi.

“Peningkatan kualitas SDM dan penguatan literasi media menjadi fokus utama kami dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pembina JMSI Kalsel, Afrizaldi mengingatkan pentingnya inovasi dan kemandirian ekonomi media di tengah semakin ketatnya persaingan industri digital. Menurutnya, media siber tidak hanya dituntut menghasilkan produk jurnalistik berkualitas, tetapi juga harus mampu membangun model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.

“Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu media harus mampu membaca arah perkembangan zaman dan menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap eksis dan berkembang,” ujarnya.

Afrizaldi juga menegaskan bahwa profesionalisme jurnalistik harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha media. Di tengah derasnya arus informasi digital, media dituntut menghadirkan pemberitaan yang akurat, berbasis data dan fakta, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Kita ingin media hadir memberikan edukasi, manfaat, dan solusi bagi masyarakat. Informasi yang disampaikan harus memberikan pemahaman yang benar, bukan menggiring opini tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.

Menurutnya, selain menjalankan fungsi kontrol sosial, media juga memiliki tanggung jawab menghadirkan perspektif yang konstruktif terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.

Dengan semangat kolaborasi, objektivitas, dan profesionalisme, Afrizaldi optimistis JMSI Kalsel mampu menjadi organisasi yang semakin kuat serta melahirkan media-media yang kredibel dan menjadi rujukan informasi masyarakat Banua.

“Harapannya JMSI Kalimantan Selatan terus berkembang, menjadi rumah besar bagi media siber yang profesional, terpercaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (benk/iniberita).