Demokrat Banjarmasin Sentil Politik Pencitraan: Rakyat Tak Lagi Butuh Janji, Tapi Bukti

oleh -566 Dilihat
Teks foto. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Eddy Junaidi SE, saat memberikan sambutan di kegiatan pendidikan politik para kader Demokrat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Partai Demokrat Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk membangun politik yang tidak hanya ramai menjelang Pemilu, tetapi benar-benar hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Eddy Junaidi SE saat membuka kegiatan pendidikan politik yang digelar PAC Partai Demokrat Kota Banjarmasin di Hotel Nasa, Banjarmasin dan di hadiri seluruh anggota legislatif dari fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Banjarmasin yakni HM Makmur, Gusti Yuli Rahman, Hj Masriyah dan Rayhan Ananto. Sabtu (1/8/2026).

Dalam sambutannya, Eddy menegaskan bahwa Partai Demokrat memiliki sejarah dalam membuktikan politik, dapat dijalankan secara santun, bermartabat, dan tetap mengutamakan kepentingan rakyat. Namun, menurutnya, kader Demokrat tidak boleh, hanya bernostalgia dengan keberhasilan masa lalu.

“Partai Demokrat pernah membuktikan bahwa politik dapat dijalankan dengan santun, bermartabat, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Hari ini tugas kita bukan sekadar mengenang sejarah itu. Tugas kita adalah mengulang, bahkan melampaui keberhasilan tersebut melalui kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Eddy menyebut masyarakat saat ini, semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Rakyat tidak lagi mudah terbuai oleh banyaknya janji atau kepiawaian seseorang berbicara di atas panggung.

“Masyarakat hari ini semakin cerdas. Mereka tidak lagi memilih karena janji. Mereka memilih karena bukti. Mereka tidak melihat siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang paling banyak bekerja,” ujarnya.

Karena itu, anggota DPRD Kota Banjarmasin meminta seluruh kader Demokrat, tidak menjadikan masyarakat hanya sebagai sasaran saat Pemilu mendekat. Menurut Eddy, kader harus hadir jauh sebelum pesta demokrasi berlangsung, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan ketika persoalan rakyat membutuhkan perjuangan politik.

“Jangan pernah lelah turun ke masyarakat. Jangan hanya hadir ketika Pemilu sudah dekat. Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara rakyat. Tetapi hadir ketika rakyat membutuhkan bantuan,” katanya.

Ia juga meminta kader Demokrat hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan ketika ada persoalan yang harus diperjuangkan.

“Karena sesungguhnya politik adalah tentang pengabdian. Politik adalah tentang keberpihakan. Politik adalah tentang menghadirkan harapan,” tegas Eddy.

Lebih jauh, Eddy mengatakan pendidikan politik yang digelar bukan sekadar kegiatan untuk menambah wawasan kader. Lebih dari itu, pendidikan politik harus menjadi ruang untuk membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan.

Ia menilai Partai Demokrat membutuhkan kader yang tidak hanya pandai berbicara di atas mimbar, tetapi mampu bekerja nyata di tengah masyarakat.

“Kita membutuhkan kader yang tidak hanya populer, tetapi dipercaya. Kita membutuhkan kader yang bukan hanya dikenal, tetapi dicintai rakyat,” tuturnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan investasi terbesar bagi sebuah partai politik. Sebab, Pemilu tidak semata-mata mengenai bagaimana mendapatkan suara sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana membangun kepercayaan masyarakat.

“Pemilu sesungguhnya bukan hanya tentang mencari suara, tetapi membangun kepercayaan. Dan kepercayaan hanya lahir dari kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan konsistensi,” jelasnya.

Eddy kemudian mengajak seluruh jajaran Partai Demokrat Kota Banjarmasin, mulai dari DPC, PAC, ranting, anak ranting hingga simpatisan, untuk mulai bergerak dan bekerja dari sekarang.

Ia meminta kader tidak menunggu tahun politik, instruksi maupun momentum tertentu untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.

“Jangan menunggu tahun politik, jangan menunggu instruksi, jangan menunggu momentum. Mulailah dari lingkungan kita, mulailah dari tetangga kita, mulailah dari keluarga kita,” pungkasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan, bahwa keberadaan partai politik di tengah masyarakat seharusnya tidak berhenti pada perebutan suara. Bagi Demokrat Banjarmasin, politik harus dibuktikan melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap persoalan yang dihadapi rakyat.(benk/iniberita).