Kepala Sekolah Diminta Jago Komunikasi, Pemko Banjarmasin Soroti Risiko Multitafsir hingga Dampak Hukum

oleh -511 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi dan Kepemimpinan bagi sumber daya manusia bidang pendidikan di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Galaxy Banjarmasin, Kamis (20/8/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan komunikasi para kepala sekolah dalam menghadapi tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Bimtek tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Bunda Guru Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama, serta seluruh kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan maupun ketersediaan sarana dan prasarana. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang menjalankan sistem pendidikan juga menjadi faktor utama.

“Komunikasi dan kepemimpinan ini menjadi dua kemampuan yang sangat penting. Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi bagaimana kita mampu membangun pemahaman, kepercayaan, dan kesepahaman,” jelas Ananda usai kegiatan.

Ia menilai kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin satuan pendidikan. Karena itu, kemampuan berkomunikasi secara efektif diperlukan agar setiap kebijakan maupun program pemerintah dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun orang tua.

Sementara itu, Bunda Guru Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, menilai kemampuan komunikasi yang baik akan membantu kepala sekolah menyampaikan berbagai arahan dan kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin secara lebih jelas kepada lingkungan sekolah.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki kepala sekolah untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam penyampaian informasi.

“Jika kepala sekolah memiliki public speaking yang bagus, penyampaian pesan-pesan atau peraturan dari Pemerintah Kota Banjarmasin kepada orang tua maupun anak didik bisa tersampaikan dengan sempurna,” ujar Neli.

Ia berharap peningkatan kemampuan komunikasi di lingkungan pendidikan tidak hanya berdampak pada penyampaian kebijakan, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar.

“Komunikasi yang efektif tidak hanya membantu penyampaian kebijakan, tetapi juga membuat peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru,” harapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama menyoroti semakin besarnya tuntutan keterbukaan informasi serta tingginya perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kemampuan komunikasi kepala sekolah menjadi bagian penting dalam membangun citra dan kepercayaan terhadap satuan pendidikan.

Ryan menegaskan, setiap pernyataan yang disampaikan kepala sekolah harus dilakukan secara hati-hati karena kepala sekolah tidak hanya berbicara atas nama satuan pendidikan, tetapi juga dapat dipandang sebagai representasi Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Apa yang menjadi statement kepala sekolah itu merupakan representasi pemerintah kota. Sehingga apa yang disampaikan harus membangun citra yang baik, efektif, tidak menimbulkan multitafsir atau multiinterpretasi, juga tidak berdampak hukum. Itu yang harus kita berikan soft skill kepada kepala sekolah terkait hal tersebut,” tegas Ryan.

Menurutnya, penguatan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan menjadi penting agar para kepala sekolah mampu menghadapi berbagai persoalan secara profesional, menyampaikan informasi secara tepat, serta menghindari pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Bimtek tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepala sekolah, sehingga komunikasi antara pemerintah, sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua dapat berjalan lebih efektif, terbuka, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Banjarmasin.
(silvi/iniberita)