Wamenag Tantang Kader HMI: Jangan Jago Kritik, Harus Mampu Tawarkan Solusi untuk Bangsa

oleh -471 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN — Pesan keras sekaligus tantangan disampaikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum, kepada kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia meminta kader HMI tidak berhenti pada kemampuan mengkritisi berbagai persoalan bangsa, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan gagasan dan solusi yang konstruktif.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus memberikan kuliah umum pada Opening Ceremony Training Raya Intermediate Training (LK-II) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional HMI Cabang Banjarmasin Tahun 2026, di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan kaderisasi tingkat nasional ini menjadi ruang strategis bagi kader HMI dari berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas keilmuan, kepemimpinan, keislaman, wawasan kebangsaan, serta kemampuan membaca berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam kuliah umumnya, Wamenag menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis yang dibarengi dengan sikap solutif. Menurutnya, kritik terhadap persoalan bangsa akan jauh lebih bermakna apabila disertai gagasan yang dapat menjadi bagian dari penyelesaian masalah.

“Kader HMI harus pandai berpikir kritis dan solutif. Jangan hanya mampu mengkritisi persoalan, tetapi juga harus mampu menawarkan solusi dan memberikan kontribusi nyata bagi negara,” pesannya.

Menurutnya, tantangan bangsa ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga mempunyai kapasitas intelektual, integritas, serta kemampuan menawarkan alternatif penyelesaian terhadap berbagai persoalan.

Pembentukan karakter dan kapasitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dari proses kaderisasi HMI, terlebih LK-II dan SC merupakan jenjang yang diarahkan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan serta kemampuan kader dalam menjalankan peran strategis di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H M Alpiya Rakhman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Training Raya HMI Cabang Banjarmasin tersebut.

Ia menilai kegiatan kaderisasi seperti ini memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

“Generasi muda harus terus meningkatkan kapasitas, baik dari sisi keilmuan, kepemimpinan maupun karakter. Jadikan proses kaderisasi ini sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Alpiya berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara serius dan menjadikan Training Raya tersebut sebagai momentum untuk memperluas wawasan, memperkuat karakter kepemimpinan serta membangun jejaring antarkader HMI dari berbagai daerah.

Menurutnya, kader muda memiliki posisi penting dalam perjalanan pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, kemampuan berpikir kritis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan semangat pengabdian.

Pelaksanaan Training Raya HMI Cabang Banjarmasin tingkat nasional ini pun mendapat sambutan positif dari DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kaderisasi internal organisasi, tetapi mampu melahirkan kader-kader muda yang kritis, solutif, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Aji Santoso serta Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR.

Dengan bekal keilmuan, kepemimpinan dan wawasan kebangsaan yang diperoleh selama proses kaderisasi, para peserta diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Banua dan Indonesia. (sop/iniberita)