Truk Fuso Diduga Picu Fondasi Ambles, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Desak Jembatan Banyiur Luar Segera Diperbaiki

oleh -716 Dilihat
Teks foto. Kondisi Jembatan Banyiur Luar di wilayah Banjarmasin kembali menjadi sorotan.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kondisi Jembatan Banyiur Luar di wilayah Banjarmasin kembali menjadi sorotan. Struktur jembatan mengalami penurunan pada bagian fondasi setelah sebelumnya dilintasi truk bermuatan besar yang diduga melebihi kemampuan daya dukung jembatan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena jembatan merupakan salah satu akses penting masyarakat. Jika kerusakan tidak segera ditangani, bukan hanya kelancaran lalu lintas yang terancam, tetapi juga keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Merespons laporan masyarakat dan pihak kelurahan, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan serta pihak kelurahan turun langsung meninjau kondisi Jembatan Banyiur Luar, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, melihat langsung bagian jembatan yang mengalami penurunan. Dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat sejumlah bagian fondasi yang mengalami pergeseran setelah jembatan dilintasi kendaraan dengan beban berat.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang beredar di media sosial serta laporan dari Kelurahan Basirih dan warga RT 45 mengenai kondisi jembatan yang dinilai mulai mengkhawatirkan.

Ridho mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, beberapa waktu lalu sebuah truk bermuatan besar melintasi jembatan yang sejatinya memiliki keterbatasan dalam menahan beban kendaraan bertonase tinggi.

“Kami menerima kabar melalui media sosial dan juga laporan dari Kelurahan Basirih serta warga RT 45 bahwa jembatan yang ada di Banyiur ini mengalami insiden. Beberapa hari kemarin ada truk bermuatan besar yang seharusnya tidak melewati jembatan ini, tetapi tetap melintas,” ujar Ridho.

Menurutnya, beban kendaraan yang melintas diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ambles pada bagian fondasi dan sedikit bagian oprit jembatan.

“Karena beban yang melewati ini tidak sesuai dengan kapasitasnya, sehingga jembatan mengalami insiden, yaitu ambles pada bagian fondasi,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar tersebut meminta persoalan ini tidak dianggap sepele. Ia mengingatkan, kerusakan pada struktur jembatan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Untuk mencegah kendaraan bertonase besar kembali melintas, Ridho meminta Dinas Perhubungan segera memasang rambu-rambu larangan kendaraan berat sekaligus pembatasan tonase di sekitar kawasan jembatan.

“Jangan sampai setelah kejadian ini masih ada kendaraan berat yang kembali melintas. Kita minta Dishub segera memasang rambu dan pembatas tonase yang jelas, sehingga masyarakat maupun pengemudi kendaraan mengetahui batas kemampuan jembatan,” katanya.

Selain pengaturan lalu lintas, Ridho juga mendesak Dinas PUPR segera melakukan penanganan teknis. Menurutnya, setidaknya harus dilakukan penguatan sementara terhadap bagian fondasi yang mengalami penurunan sambil menunggu penanganan permanen.

“PUPR kami harapkan segera melakukan perbaikan, minimal memperkuat fondasi jembatan untuk sementara. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan dan kemudian membahayakan pengendara maupun masyarakat yang menggunakan jembatan,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin menegaskan akan terus mengawal tindak lanjut perbaikan bersama PUPR dan Dinas Perhubungan. Jangan sampai menunggu jembatan benar-benar ambruk dan memakan korban, baru dilakukan penanganan.

Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Kota Banjarmasin, Heri Firmansyah, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kondisi tersebut.

Menurut Heri, langkah awal yang dilakukan adalah penanganan pada titik jembatan yang mengalami penurunan. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan agar kendaraan dengan beban berat tidak kembali melintasi jembatan.

“Untuk sementara kita kembalikan atau ditambal titiknya. Kalau untuk pengawalan, tetap dikawal. Yang jelas bagaimana supaya masyarakat tidak membahayakan masyarakat,” ujar Heri.

Heri menegaskan, kendaraan berat untuk sementara tidak diperbolehkan melintasi jembatan tersebut. Berdasarkan kemampuan konstruksinya, Jembatan Banyiur Luar hanya mampu menahan beban normal sekitar 4 hingga 5 ton.

“Kalau untuk maksimalnya, bisa 4 sampai 5 ton sebenarnya,” jelasnya.

Kekhawatiran terhadap kondisi jembatan juga disampaikan Ketua RT 45, Darma, yang mewakili warga setempat.
Menurutnya, Jembatan Banyiur Luar merupakan akses vital bagi masyarakat. Karena itu, warga khawatir apabila penurunan struktur terus dibiarkan dan sewaktu-waktu jembatan mengalami keruntuhan.

“Takutnya kalau ini runtuh, nanti ada korban. Jadi tolong secepatnya untuk diperbaiki. Kami minta tolong bantuannya secepatnya,” kata Darma.

Ia mengapresiasi respons DPRD bersama instansi terkait yang langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan warga.

“Alhamdulillah, secepat itu ada respons dari mereka untuk segera diperbaiki,” tambahnya.

Jembatan Banyiur Luar sendiri menjadi salah satu akses yang cukup strategis, terutama bagi kendaraan dan masyarakat dari arah kawasan pelabuhan menuju pusat Kota Banjarmasin.

Dengan kondisi konstruksi yang merupakan jembatan kayu dan kemampuan daya dukung sekitar 4 hingga 5 ton, warga berharap pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar dapat diperketat.

Warga juga meminta perbaikan tidak hanya bersifat sementara. Penguatan struktur secara menyeluruh dinilai penting untuk memastikan jembatan tetap aman digunakan dan tidak menjadi ancaman bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.(benk/iniberita).