Festival Pemuda Menyala 2026 Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda HST, Donasi Karhutla Turut Digalang

oleh -436 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BARABAI – Generasi muda Hulu Sungai Tengah (HST) tidak hanya diajak unjuk kemampuan, tetapi juga mengambil bagian dalam persoalan sosial dan lingkungan.

Semangat itu mewarnai Festival Pemuda Menyala 2026 yang digelar di Lapangan Dwi Warna Barabai, jumat, (30/10/2026) lalu.

Selama tujuh hari hingga 4 November 2026, festival yang diinisiasi DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HST tersebut menghadirkan beragam kegiatan.

Mulai dari panggung seni pelajar, keterlibatan organisasi kepemudaan, bazar UMKM hingga dialog seputar startup dan ekonomi kreatif.

Namun, ada pesan lain yang ingin ditonjolkan dalam festival tahun ini, yakni kepedulian pemuda terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui tema Pemuda Peduli Karhutla, panitia mengajak pengunjung dan masyarakat berpartisipasi mengumpulkan donasi untuk membantu penanganan karhutla.

Ketua DPD KNPI HST, Nadea Rizky Ananda, kepada awak media, senin, (2/11/2026) mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi agenda hiburan, melainkan wadah bagi anak muda untuk mempertemukan gagasan, menunjukkan kemampuan, dan membangun kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, potensi generasi muda perlu difasilitasi agar tidak berhenti sebatas ide, tetapi dapat diwujudkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan dan kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran bazar UMKM dan dialog ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kreativitas pemuda dengan peluang pengembangan usaha.

Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal melalui Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi mengapresiasi inisiatif KNPI yang melibatkan generasi muda dalam kegiatan kreatif sekaligus aksi sosial.

Ia menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam mendorong kemajuan daerah. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak gagasan dan gerakan yang berkelanjutan.

“Saya berharap Festival Pemuda Menyala tidak hanya ramai selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi awal lahirnya gagasan, karya, dan gerakan nyata bagi kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” katanya.

Gusti Rosyadi juga menyoroti keterlibatan pelaku UMKM sebagai peluang memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang mengunjungi festival.

Ia pun mengajak seluruh elemen pemuda untuk tidak menjadikan perbedaan organisasi maupun latar belakang sebagai penghalang dalam membangun daerah.

Festival Pemuda Menyala 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan di Lapangan Dwi Warna, tetapi juga menghasilkan kolaborasi, peluang usaha, dan kepedulian lingkungan yang terus bergerak setelah festival berakhir.(s3/iniberita).