Bahas Peningkatan PAD, Komisi II DPRD Banjarmasin Kunker ke Sleman dan Yogyakarta

oleh -2155 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Gusti Yuli Rahman.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Jajaran komisi II DPRD Kota Banjarmasin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke dua daerah, yakni Pemerintah Kota Sleman dan Kota Yogyakarta. Agenda tersebut digelar dalam rangka upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarmasin.

Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Hendra, bersama sejumlah anggota komisi. Dalam pertemuan nanti, para legislator Banjarmasin berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai strategi pengelolaan potensi daerah, dalam rangka untuk  mendongkrak PAD Banjarmasin

“Kami ingin mempelajari langkah-langkah konkret yang dilakukan Pemko Sleman dan Yogyakarta, terutama dalam optimalisasi sektor pariwisata, pajak daerah, serta retribusi yang bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Banjarmasin,” ujar anggota Komisi II DPRD Banjarmasin Gusti Yuli Rahman, saat diminta keterangan sebelum berangkat ke kota tujuan. Rabu (17/9/2025).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, Banjarmasin memiliki banyak potensi lokal yang bisa digarap lebih maksimal, baik dari sisi wisata sungai, perdagangan, maupun sektor jasa. Namun, diperlukan inovasi dan pengelolaan yang lebih terintegrasi, agar bisa benar-benar berkontribusi besar terhadap PAD.

Selain berdiskusi dengan jajaran pemerintah setempat, Komisi II juga meninjau langsung sejumlah objek dan program unggulan di dua daerah tersebut. Hasil kunjungan kerja ini, diharapkan menjadi masukan penting bagi DPRD dan Pemko Banjarmasin, dalam menyusun kebijakan strategis peningkatan pendapatan daerah ke depan.

“Kami tidak ingin PAD hanya bertumpu pada pos-pos yang sudah ada. Harus ada diversifikasi sumber pendapatan yang tetap mengutamakan asas keadilan dan keberlanjutan,” tambah Gusti Yuli.

Kunker Komisi II ini juga menjadi sarana memperkuat kerja sama antar daerah, sehingga pengalaman positif di Sleman dan Yogyakarta, bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan sesuai kondisi Banjarmasin.(benk/iniberita).