Sejarah Kota Banjarmasin dan Penetapan Hari Jadi

oleh -2382 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Awal mula, Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota tertua di Kalimantan Selatan. Secara geografis, wilayah ini dikenal sebagai kota seribu sungai, karena hampir seluruh wilayahnya dipengaruhi oleh aliran Sungai Barito dan anak-anak sungainya. Sejak berabad-abad lalu, kawasan ini sudah menjadi pusat perdagangan penting di Pulau Kalimantan.

Sungai Barito dan Sungai Martapura menjadikan Banjarmasin, sebagai pelabuhan strategis yang menghubungkan pedalaman Kalimantan dengan dunia luar. Pedagang dari Jawa, Melayu, Tiongkok, hingga Eropa singgah di sini. Maka tidak heran jika Banjarmasin berkembang menjadi kota pelabuhan besar sejak abad ke-16.

Lahirnya Kesultanan Banjar Pada abad ke-16, berdirilah Kesultanan Banjar yang dipimpin oleh Sultan Suriansyah, sultan pertama Banjar yang memeluk agama Islam.

Ia memerintah dari istana di Kuin, wilayah yang kini masuk kawasan Banjarmasin. Di masa inilah, Banjarmasin semakin dikenal luas sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, sekaligus penyebaran agama Islam di Kalimantan.

Penetapan Hari Jadi Banjarmasin Hari jadi Kota Banjarmasin jatuh pada 24 September 1526. Tanggal ini dipilih berdasarkan momen bersejarah berdirinya Kesultanan Banjar di bawah Sultan Suriansyah, sekaligus tonggak awal berkembangnya Banjarmasin sebagai kota besar.

Baca Juga :   Gedung DPRD Banjarmasin Miliaran Rupiah Jadi Monumen Pemborosan, Ruang Pribadi Legislator Menganggur Dua Tahun

Penetapan tanggal ini tidak sembarangan. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui penelitian sejarah, arsip, serta diskusi para ahli budaya dan sejarawan menetapkan bahwa 24 September 1526 menjadi titik penting lahirnya Banjarmasin dalam wujud politik, pemerintahan, dan peradaban yang terus berkembang hingga kini.

Makna Peringatan, Hari Jadi Banjarmasin yang diperingati setiap 24 September bukan hanya mengenang sejarah lahirnya kota, tetapi juga menjadi pengingat akan, Identitas Banjarmasin sebagai kota sungai dan kota perdagangan sejak berabad-abad lalu.

Warisan Kesultanan Banjar yang meletakkan dasar kehidupan beragama, sosial, dan budaya masyarakat. Semangat persatuan yang terus diwariskan hingga zaman modern.

Dengan demikian, Hari Jadi Banjarmasin ditetapkan pada 24 September 1526, karena pada tanggal itu berdiri Kesultanan Banjar yang dipimpin Sultan Suriansyah di Kuin. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal lahirnya Banjarmasin sebagai kota yang kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan di Kalimantan Selatan. (****)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.