BPBD Balangan Perkuat Kesiapsiagaan, Dua Staf Ikuti Pelatihan Mapping dan Drone Rescue di Kalsel

oleh -1495 Dilihat
Teks foto (Istimewa). BPBD Balangan Perkuat Kesiapsiagaan, Dua Staf Ikuti Pelatihan Mapping dan Drone Rescue di Kalsel.

INIBERITA.id, BALANGAN – Upaya peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi potensi bencana kembali dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan. Dua staf BPBD Balangan, Akhmad Muzzakir dan Aulia Azizah, mengikuti Mapping and Rescue Drone Training yang digelar BPBD Provinsi Kalimantan Selatan pada 3–4 November 2025.

Pelatihan intensif dua hari tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan pemetaan wilayah serta pemanfaatan teknologi drone dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di medan sulit—teknologi yang semakin krusial dalam respons kebencanaan modern.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme personel, terutama dalam mengoperasikan perangkat yang kini menjadi standar baru dalam mitigasi dan respons bencana.

“Pelatihan ini mencakup penguasaan teknologi, pengoperasian drone secara aman, pengumpulan dan pemrosesan data, hingga penerapan praktik terbaik untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas kerja,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan drone yang dilengkapi GPS dan kamera beresolusi tinggi mampu menghasilkan data spasial dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga sangat membantu dalam analisis lapangan secara cepat, tepat, dan efisien.

“Unmanned Aerial Vehicle (UAV) memiliki banyak keunggulan dari sisi waktu, efisiensi biaya, dan kebutuhan personel. Selain risikonya lebih rendah, drone bisa bekerja di area yang sulit dijangkau, serta digunakan secara fleksibel dalam berbagai situasi,” jelas Rahmi.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diaplikasikan langsung dalam tugas kemanusiaan dan penanganan bencana di Balangan agar lebih responsif dan profesional.

Salah satu peserta pelatihan, Akhmad Muzzakir, menuturkan bahwa materi yang diberikan tidak hanya mencakup teori, tetapi juga praktik intensif terkait pemetaan menggunakan drone.

“Peserta dibekali teknik pengoperasian drone, pengambilan citra udara, hingga pengolahan data menjadi peta digital berkualitas tinggi. Hasilnya sangat bermanfaat untuk berbagai sektor, seperti perencanaan tata ruang, konstruksi, pertanian presisi, hingga mitigasi bencana,” ujarnya.

Muzzakir berharap penggunaan drone dapat semakin dioptimalkan dalam mempercepat proses pencarian korban di lokasi bencana, sekaligus meminimalkan risiko bagi petugas di lapangan. (iwn/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.