Bupati HST Usulkan IPPKH ke Menteri Kehutanan, Jalan Batu Perahu Juhu 39 Km Ditarget Buka Isolasi Meratus

oleh -1376 Dilihat
Teks foto. Bupati HST Usulkan IPPKH ke Menteri Kehutanan, Jalan Batu Perahu Juhu sepanjang 39 Km.

INIBERITA.id, BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, merencanakan pembangunan jalan penghubung Desa Batu Perahu hingga Desa Juhu sepanjang 39,46 kilometer yang melintasi kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.

Rencana pembangunan tersebut saat ini masih menunggu proses persetujuan penggunaan kawasan hutan. Pada akhir tahun 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten HST telah mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, mengingat jalur yang direncanakan berada di kawasan hutan lindung.

“Kita pada akhir tahun 2025 lalu sudah mengusulkan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk rencana pembangunan jalan tersebut ke Menteri Kehutanan Republik Indonesia,” ujar Bupati Rizal di Barabai, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, pembangunan akses jalan tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka keterisolasian wilayah Pegunungan Meratus, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Selama ini, warga di sejumlah desa harus menempuh perjalanan berjalan kaki hingga dua hari untuk mencapai desa terdekat. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta distribusi hasil produksi masyarakat.

“Dengan adanya jalan ini, akses masyarakat terhadap pendidikan akan lebih mudah, pelayanan kesehatan bisa lebih cepat dan rutin, tidak lagi hanya bisa dijangkau per enam bulan,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui pengembangan hasil hutan bukan kayu, khususnya komoditas kopi arabika yang tumbuh di ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ruas jalan yang direncanakan meliputi Desa Batu Perahu, Aing Bantai, hingga Desa Juhu. Jalur ini dinilai menjadi urat nadi baru bagi masyarakat desa-desa di kawasan Pegunungan Meratus.

Sementara itu, Pambakal (Kepala Desa) Aing Bantai, Jalita, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia menyebut akses jalan menjadi kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan warga.

“Sudah lama masyarakat mengharapkan adanya pembangunan akses jalan ini. Selama ini warga harus berjalan kaki hingga dua hari untuk menjangkau Desa Aing Bantai,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan setelah seluruh perizinan terpenuhi, sehingga masyarakat di kawasan Pegunungan Meratus dapat merasakan pemerataan pembangunan dan kemudahan dalam memperoleh layanan dasar. (s3/iniberita).