DPRD Kalsel Uji Coba Dua U-Turn Baru di Handil Bakti, Jika Angka Kecelakaan Naik Siap Ditutup Kembali

oleh -1307 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait keberadaan putaran balik (U-Turn) di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, yang dinilai kurang tepat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah dinas dan instansi terkait.

Keluhan warga mencuat lantaran banyak pengendara, khususnya kendaraan roda dua, nekat melawan arus demi mempersingkat jarak saat menyeberang. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan yang dikenal padat kendaraan itu.

RDP dilaksanakan di Ruang Rapat Ismail Abdullah, Lantai 4 Gedung B DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (5/2/2026), dan dipimpin langsung Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK.

Dalam rapat tersebut, disepakati langkah uji coba dengan membuka dua U-Turn baru sebagai solusi sementara untuk mengurai persoalan lalu lintas di Handil Bakti. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan praktik melawan arus yang selama ini kerap terjadi.

“Hasil rapat ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita akan melakukan uji coba dengan membuka dua U-Turn baru. Pelaksanaannya dalam waktu satu minggu, paling lambat dua minggu. Jadi sebelum bulan puasa sudah dibuka,” ujar Supian HK.

Baca Juga :   DPRD Kalsel Dorong Regulasi Tegas, Pendatang Diminta Urus Perpindahan Domisili demi Tertib Administrasi

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala. DPRD bersama instansi terkait akan memantau secara intensif dampak dari pembukaan U-Turn tersebut terhadap arus lalu lintas maupun angka kecelakaan.

“Kalau nanti setelah dibuka ternyata dalam satu sampai tiga bulan angka kecelakaan meningkat, maka akan kita tutup kembali,” tegasnya.

Selain solusi jangka pendek, DPRD Kalsel juga menyiapkan rencana jangka panjang guna meningkatkan keselamatan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar yang kerap menyeberang jalan.

Menurut Supian HK, setelah dilakukan penataan kawasan, pemerintah berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk memberikan akses yang lebih aman bagi pejalan kaki.

“Untuk jangka panjang, setelah dilakukan penataan, akan dibangun jembatan penyeberangan. Ini untuk memudahkan anak-anak sekolah, sehingga para ibu tidak perlu lagi menyeberang jalan yang berbahaya,” pungkasnya.(sop/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.