Harga Bawang Merah di Kalsel Turun Drastis, Upaya Distribusi Antarprovinsi Berbuah Hasil

oleh -1671 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan.

INIBERITA.id, BANJARBARU – Harga bawang merah di Kalimantan selatan setempat menembus angka Rp 60.000 pwer kilogram, kini berangsur turun dan kembali stabil sebesar Rp 40.000 per kilogramnya.

Penurunan harga bawang merah tersebut, merupakan hasil nyata dari langkah cepat Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel bersama para pedagang, dalam mendatangkan pasokan dari luar daerah, khususnya dari Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu sentra produksi bawang merah nasional.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan menjelaskan, fluktuasi harga bawang merah yang sempat tinggi tersebut, terjadi menjelang akhir September, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar, karena momen peringatan Maulid Nabi dan selain bawang merah, permintaan terhadap komoditas lain juga sempat melonjar, seperti ayam potong mengalami kenaikan.

“Awalnya harga sempat tinggi, terutama menjelang Maulid. Namun berkat kerja sama dengan para pedagang dan distribusi dari Pulau Lombok, harga sudah bisa kita tekan. Hari ini sudah stabil di angka Rp40.000 per kilogram,” jelas Gia saat ditemui, Jumat (3/10/2025).

Upaya distribusi ini ungkapnya, dilakukan sebagai langkah taktis untuk meredam potensi inflasi daerah yang kerap dipicu, oleh kenaikan harga bahan pokok.

Baca Juga :   Banjir Lebih dari Sebulan, Istri Gubernur Kalsel Salurkan Bantuan untuk Warga Terisolir di Jejangkit

Menurutnya distribusi bawang merah dari luar provinsi, seperti dari Pulau Jawa dan NTB, telah menjangkau sejumlah pasar tradisional di Kalsel dalam waktu singkat.

“Seminggu terakhir kita lihat tren penurunan sudah mulai terasa. Ketersediaan barang mencukupi, harga mulai turun, dan pasar kembali stabil,”ungkanya.

Ditegaskannya, Dinas Perdagangan sekarang ini, terus memantau perkembangan harga di tingkat pasar, bahwa pihaknya berkomitmen menyampaikan informasi harga yang transparan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya telah menugaskan tim pengawas untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak terjadi penimbunan yang dapat merugikan konsumen.

“Masyarakat tak perlu khawatir, kalau ingin update harga pasar, kami siap sampaikan, terpenting pasokan aman dan harga terkendali,”tegasnya.

Penurunan harga ini ujanya, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah kenaikan kebutuhan pokok, pada momen keagamaan dan menjelang akhir tahun.

“Pemerintah daerah juga terus mengupayakan stabilisasi harga komoditas lain, seperti cabai, daging ayam, dan telur agar daya beli masyarakat tetap terjaga,”ujarnya.(mc/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.