HUT YKI ke-48, drg Ellyana Trisya Mengapresiasi Seminar Awam Upaya Mendeteksi  

oleh -2671 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Wakil ketua TP PKK Provinsi  Kalsel drg Ellyana Trisya mengapresiasi kegiatan seminar Awam, dalam upaya mendeteksi secara dini, terkait  kanker payudara, sekaligus edukasi kesehatan kepada ibu-ibu di Banua. Selasa (3/6/2025)

drg Ellyana Triya istri Wakil Gubernur ini mengungkapkan, dengan adanya seminar awam untuk organisasi wanita, sehingga diharapkan YKI ke depannya sebagai yayasan yang peduli, dalam penanggulangan kanker dapat menjalankan kerja sebaiknya.

Bagi ibu-ibu yang telah mendapatkan materi tentang kanker payudara, drg Ellyana merasa kegiatan seperti ini, sangat bermanfaat sekali, karena dapat mendeteksi dini, menurutnya materi itu agar lebih aware atau peduli terhadap kesehatan diri.

Terlebih lagi kepada ibu baru yang melahirkan, menurutnya ada menginginkan kesadaran perempuan-perempuan di luar sana perlu untuk mengetahui informasi tentang benjolan di payudara tersebut.

“Selamat Hari Ulang Tahun kepada Yayasan Kangker Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan ke-48, semoga semakin maju dan terdepan,”ungkapnya

Sementara itu, dr Winardi Budiwinata seorang dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi menjelaskan, penyebab benjolan di payudara terbagi beberapa macam, di antara adalah bawaan lahir, infeksi/radang, tumor, trauma hingga penyebab lainnya.

“Kenapa ini pengetahuan tentang kanker payudara sangat penting bagi wanita, karena berdasarkan survey kesehatan terhadap pandangan masyarakat bahwa 60-70% ada benjolan di payudara harus dioperasi,”jelas dr Winardi

Bahkan, di masyarakat awam, ujar dr Winardi, sekitar 40 persen orang memandang benjolan di payudara adalah gejala kanker, ini merupakan sudut pandang di masyarakat, menurutnya keliru apalagi saat mengalami benjolan itu, harus diangkat atau operasi.

Keluhan adanya benjolan di payudara, dr Winardi menyatakan paling banyak pasien yang datang ke kliniknya, sehingga apa saja macam-macam benjolan tersebut.

“Ada yang bawaan lahir, infeksi dan sebagainya, maka benjolan itu tidak bisa dideteksi langsung dan dinyatakan kangker, sehingga perlu di cek terlebih dahulu sebelum memvonisnya, maka edukasi seperti ini sangat penting bagi ibu-ibu,” ujarnya. (adv/iniberita).