ICT Watch Ajak Jurnalis dan Masyarakat Tetap Kritis dan Bijak

oleh -2080 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Direktur ICT Watch, Prasasti Dewi saat memberitakan keterangan pada awak media.

INIBERITA.id, BANJARBARU – Literasi Digital “Pemanfaatan AI dan Etika Jurnalistik digelar, Sabtu (27/9/2025). Ini merupakan rangkaian dari Talkshow Komdiphoria, digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel.

Menanggapi fenomena tersebut, ICT Watch sebagai lembaga yang konsisten mengawal literasi digital di Indonesia mengingatkan pentingnya sikap kritis dan bijak dalam menyikapi kemajuan teknologi. Direktur Program ICT Watch, Prasasti Dewi, menegaskan bahwa AI hanyalah sekadar teknologi, bukan pengganti manusia seutuhnya.

“AI jangan sampai diposisikan lebih tinggi dari manusia. Ia hanyalah alat yang kita ciptakan dan kendalikan. Sebagai individu, kita tidak boleh kalah dengan teknologi yang mestinya membantu kehidupan kita,” ungkap Prasasti Dewi dalam sebuah diskusi literasi digital.

Ia menambahkan, perkembangan AI memang menawarkan kemudahan dan kecepatan, terutama di bidang informasi, komunikasi, hingga jurnalistik. Namun demikian, AI tetap tidak bisa menggantikan peran manusia sepenuhnya, terutama dalam hal etika, empati, intuisi, serta tanggung jawab moral.

“AI bisa membantu membuat tulisan, menyajikan data, bahkan menganalisis tren, tetapi yang bisa menimbang apakah informasi itu benar, bermanfaat, atau menyesatkan tetaplah manusia. Inilah yang harus disadari oleh para jurnalis dan masyarakat luas,” jelasnya.

Baca Juga :   Posyandu Bahagia Resmi Beroperasi, Warga Sungai Andai Padati Layanan Kesehatan Perdana

ICT Watch pun mengajak kalangan media untuk lebih aktif mengedukasi publik tentang literasi digital, agar masyarakat tidak terjebak dalam euforia teknologi yang justru bisa mengaburkan nilai-nilai kemanusiaan. Menurut Prasasti Dewi, peran jurnalis sangat vital karena mereka berada di garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, sekaligus kritis terhadap penggunaan AI.

“Jurnalis harus tetap berpegang pada kode etik dan prinsip kerja profesional. Jangan menyerahkan sepenuhnya tugas jurnalistik kepada AI. Justru gunakan teknologi itu untuk memperkuat kualitas karya jurnalistik, bukan untuk menggantikannya,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terbuai oleh berbagai aplikasi berbasis AI yang semakin marak digunakan sehari-hari. Misalnya dalam pembuatan konten media sosial, pekerjaan administrasi, hingga layanan publik.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi kearifan dan kendali ada pada kita sebagai manusia. Kita harus memastikan teknologi bekerja untuk kita, bukan sebaliknya,” tutup Prasasti Dewi.

Dengan pesan tersebut, ICT Watch berharap masyarakat Indonesia, khususnya para jurnalis, mampu menjadikan AI sebagai mitra yang bermanfaat, bukan ancaman yang menakutkan. Kuncinya, tetap kritis, bijak, dan tidak melepaskan tanggung jawab kemanusiaan yang tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun.(benk/iniberita).

Baca Juga :   Tak Sekadar Akademik, SMPN 2 Banjarmasin Tunjukkan Sekolah Bisa Jadi Benteng Karakter dan Budaya Banjar

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.