IKM Banjarmasin Dituntut Tembus Pasar Global, Pemko Serap Aspirasi dan Siapkan Penguatan Pembinaan

oleh -552 Dilihat
Foto Istimewa(IB).

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai memperkuat strategi pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui Forum Diskusi IKM Tahun 2026 yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin di Aula Hotel Aria Barito Banjarmasin, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang dibuka Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin, Farida Rachmawati, sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta para pelaku IKM.

Dalam sambutannya, Ichrom Muftezar menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menggali berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi pelaku IKM. Mulai dari sektor kerajinan, kain sasirangan, hingga industri pengolahan pangan.

Menurutnya, pemerintah perlu mendengar secara langsung aspirasi para pelaku usaha agar kebijakan dan program pembinaan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan para pelaku IKM, baik dari sektor sasirangan, kerajinan maupun pengolahan pangan. Dari aspirasi tersebut, kita bisa mengetahui dukungan apa yang dapat diberikan Pemerintah Kota Banjarmasin agar usaha mereka semakin berkembang,” jelas Tezar.

Ia mengatakan, Disperdagin sebelumnya telah beberapa kali melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tema dan peserta yang berbeda. Namun, forum diskusi kali ini lebih difokuskan pada penyerapan aspirasi secara langsung dari para pelaku usaha.

Dengan demikian, program pembinaan yang dilaksanakan pemerintah ke depan dapat lebih terarah, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang dihadapi masing-masing sektor IKM.

“Melalui diskusi ini, kita ingin mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan para pelaku IKM dan apa yang bisa diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mendukung pengembangan usaha mereka,” ujarnya.

Untuk memperkaya pembahasan, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Bea Cukai, Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, serta Dekranasda.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan IKM. Terutama dalam memberikan pemahaman mengenai pengembangan usaha, akses pembiayaan, prosedur ekspor, hingga strategi memperluas jangkauan pemasaran produk.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ignasius P. Salan, menyampaikan bahwa forum diskusi yang mengusung tema “IKM Banjarmasin Mendunia” tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas pelaku usaha agar semakin kompetitif.

Ia menjelaskan, sejumlah materi strategis menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya strategi pengembangan usaha, literasi keuangan dan akses pembiayaan, prosedur ekspor dan fasilitas kepabeanan, hingga program pembinaan, peningkatan kualitas, standardisasi, serta promosi produk unggulan daerah.

Menurutnya, penguatan kapasitas pelaku IKM menjadi salah satu faktor penting agar produk lokal Banjarmasin tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan pasar, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku IKM memiliki wawasan dan pemahaman yang lebih luas dalam mengembangkan usahanya, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat global,” tutupnya. (silvi/iniberita)