Kelurahan Suri Mufti Lakukan Revolusi Kompos, Akibat Krisis Sampah Banjarmasin

oleh -3943 Dilihat
Foto Istimewa.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Seluruh kelurahan kelihatan melaksanakan revolusi kompos, salah satunya Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara, melakukan program revolusi kompos, hal ini akibat krisis sampah di Banjarmasin.

Semua itu dampak kepanikan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, setelah penutupan TPA Basirih, sehingga instansi paling dan ujung tombak pelayanan melakukan revolusi kompos tersebut.

Walaupun demikian, masyarakat Banjarmasin khususnya warga setempat tak tinggal diam untuk membantunya pemerintah kota, mereka bergerakan sebagai revolusioner, dengan mengolah sampah menjadi ‘emas hitam’ alias pupuk kompos.

Dengan berbekal kerja sama, dengan Bank Sampah Larvanesia, dimana para Ketua RT di wilayah tersebut, mendapatkan pelatihan intensif tentang pembuatan kompos.

Langkah ini tentunya, bukan sekadar solusi darurat, namun sebuah gerakan mulia besar, dalam menyelamatkan Kota Banjarmasin, dari timbunan sampah yang mengancam kota seribu sungai tersebut.

“Semoga upaya ini menjadi titik balik dalam mengatasi masalah sampah di Banjarmasin yang bukan permasalahan pemerintah saja, tetapi masyarakat ikut terlibat,” tegas Lurah Surgi Mufti Ahmad Zazuli, Minggu (9/2/2025).

Antusiasme warga pun meluap, Ketua RT 01 Yusriansyah, tak ragu untuk segera menindaklanjuti program ini. “Saya akan coba dulu sendiri, lalu lihat apakah warga juga mau terlibat,”ungkapnya penuh semangat.

Direktur Bank Sampah Larvanesia Oka Wahyudi menggatakan, memperkirakan jika seluruh warga Surgi Mufti ikut bergerak, produksi sampah bisa berkurang hingga 10 persen, tentu timbunan sampah bisa berkurang.

Namun dirinya mengajak,  seluruh masyarakat untuk menjadikan kondisi darurat sampah ini, sebagai pemicu perubahan besar, agar Kota Banjarmasin dapat teratasi masalah sampah yang menjadi momok bersama.

“Ini berupaya momentum kita untuk bangkit! Sudah saatnya kita peduli dan menjaga lingkungan, apa pun caranya dan gerakan ini sendiri menjadi bukti bahwa warga Banjarmasin tidak akan kalah oleh krisis sampah yang kini melanda Kota Seribu Sungai,”katanya.(benk/iniberita).