Museum Wasaka Ajak Pelajar Kenali Sejarah Perjuangan Rakyat Banua Lewat Program Belajar Bersama

oleh -1584 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Dalam upaya memperkuat akar budaya serta menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda Banua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) kembali menggelar program Belajar Bersama, pada 5–6 November 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Museum Wasaka, Kota Banjarmasin, itu disambut antusias puluhan pelajar tingkat SLTA sederajat. Para peserta mendapatkan berbagai materi pembelajaran seputar sejarah, perjuangan rakyat Kalimantan Selatan, hingga pentingnya pelestarian nilai budaya daerah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengenalkan kembali fungsi Museum Wasaka sebagai ruang edukasi publik dan saksi sejarah perjuangan masyarakat Banua dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan.

“Dengan semangat Waja Sampai Kaputing, kita ingin mengedukasi generasi muda bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya,” ujar Arry, Rabu (5/11/2025).

Pada kegiatan tersebut, Museum Wasaka menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Slamet Hadi Triyanto, Purna Edukator Museum, yang memaparkan materi pengenalan museum dan koleksi sejarahnya. Materi kedua disampaikan sejarawan Wajidi, yang mengulas secara mendalam sejarah revolusi fisik di Kalimantan Selatan dan peran tokoh-tokoh lokal dalam mempertahankan kemerdekaan.

Tak hanya sesi materi, para pelajar juga diajak menyaksikan langsung koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Wasaka, serta menonton film dokumenter perjuangan rakyat Banua di ruang audio visual museum. Pendekatan edukatif ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Melalui program Belajar Bersama ini, Disdikbud Kalsel berharap para pelajar dapat semakin mengenal dan memahami perjalanan sejarah daerah, sekaligus meneladani semangat juang para pahlawan Banua sebagai bagian dari identitas kebangsaan. (adv/iniberita)