NTP Kalsel Capai 117,06 pada Oktober 2025, Turun Tipis Dibanding Bulan Sebelumnya

oleh -1595 Dilihat
Foto Istimewa.

INIBERITA.id, BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kalsel pada Oktober 2025 berada di angka 117,06, atau turun tipis sebesar 0,05 persen dibandingkan NTP September 2025. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Ib tercatat naik 0,08 persen, sementara It hanya meningkat 0,04 persen.

“Koreksi NTP pada Oktober 2025 terutama dipengaruhi oleh penurunan pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura. Dari lima subsektor, tiga di antaranya justru mengalami kenaikan. Penurunan terdalam terjadi pada subsektor hortikultura yang turun hingga 8,92 persen,” ujar Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, di Banjarbaru, Senin (3/11/2025).

Meski terjadi penurunan secara bulanan, NTP Oktober 2025 masih tercatat lebih tinggi 3,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kondisi ini mengindikasikan bahwa secara umum kesejahteraan petani masih meningkat, karena kenaikan harga hasil produksi lebih besar dibandingkan kenaikan harga konsumsi dan biaya produksi.

Baca Juga :   Posyandu Bahagia Resmi Beroperasi, Warga Sungai Andai Padati Layanan Kesehatan Perdana

Tiga subsektor yang mengalami peningkatan NTP pada Oktober 2025 masing-masing adalah subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, subsektor Peternakan, dan subsektor Perikanan. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menjadi yang tertinggi dengan kenaikan 7,22 persen, sementara subsektor hortikultura menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 6,17 persen.

Dari sisi level indeks, NTP tertinggi juga dicapai oleh Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dengan nilai 149,07, sedangkan NTP terendah berada pada Subsektor Hortikultura dengan angka 87,40.

Mukhanif juga menjelaskan bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) merupakan rasio antara It dan Ib, di mana pada komponen Ib hanya mencakup Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Indikator ini digunakan untuk menilai kemampuan usaha pertanian dalam menutupi biaya produksinya .(adv/iniberita)

No More Posts Available.

No more pages to load.