Pansus Kembali Bahas Raperda Pemberian Bagi Investor Atau Masyarakat

oleh -3452 Dilihat
Teks foto. Pansus DPRD Kota Banjarmasin saat bahas Raperda.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Banjarmasin mulai membahas, terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insenitif Bagi Investor atau Masyarakat, dengan dinas-dinas terkat.

Rapat pansus itu, dipimpin Ketua Pansus H Dedy Sophian dan didampingi Wakil ketua serta seluruh anggota Pansus. Dalam rapat Ketua Pansus mengatakan,  ini merupakan rapat lanjutan pembahasan, terkait Raperda tentang pemberian insentif atau pemberian kemudahan investasi, kepada masyarakat dan atau investor.

Pemberian insentif investor tersebut. Menurut, bukan merupakan dana tau uang, namun sebuah kebijakan dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat yang berinvestasi.

“Dengan demikian pembahasan Raperda ini kita tekankan poin itu, sesuai hasil konsultasi dengan kementerian,”katanya, kepada wartawan.Senin (3/2/2025).

Selanjutnya, politisi Partai Kebangkatan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan, rapat lanjutan dengan pembahasan, Raperda tentang pemberian insentif dan atau pemberian kemudahan investasi, kepada masyarakat da atau investor.

Pihaknya menekankan semua pihak terkait, dapat aktif terutama dalam pembahas, sehingga pembahasan atas Raperda ini tepat waktu, sebagaimana yang diberikan sesuai dengan aturan.

Berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, menyarankan direvisi judul Raperda tersebut, agar tidak salah artikan.

Karena Raperda pemberian insentif itu, bukan dana atau atau uang, tetapi hanya sebuah bentuk kebijakan, dengan demikian pergantian judul Rapat itu, artinya draf Raperda ini juga akan direvisi, sebagian untuk menyesuaikannya.

Dan pembahasan Raperda in, pihaki akan terus mencari masukan dari berbagai kalangan, hingga betul-betul bisa diterapkan, sesuai keinginan untuk menarik lebih banyak lagi investasi di kota ini.

“Dengan banyak investasi yang masuk, tidak hanya meningkatkan perekonomian kota, namun juga memberikan peluang lebih besar lagi untuk menyerap tenaga kerja,”ungkapnya.

Dedy mengatakan, Banjarmasin harus jadi kota yang ramah bagi investor, sebagai kota perdagangan dan jasa, saat ini digalakkan sebagai kota pariwisata, hal ini terbukti, dengan makin tingginya angka investasi di kota ini setiap tahunnya terus bermaju.(benk/iniberita).