Perumda PALD Nampak Mati Suri, Dana Tidak Dikucurkan

oleh -199 Dilihat
Ketua komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Perumda Perusahaan Air Limbah dan Domestik (PALD) Banjarmasin milik pemerintah kota ini, nampanya mati suri apabila tidak ada kucuran dana dan untuk bisa beroperasional, dibutuhkan penyertaan modal miliaran rupiah, sekitar Rp11-12 miliar hanya menambah jaringan instalasi pengelolaan air limbah (IPA).

Direktur Utama Perumda PALD Endang Waryono mengungkapkan, Perumda ini tanda ada pendanaan, mustahil perusahaan yang mereka pimpin bisa beroperasional, berkaitan dengan itulah, pihaknya berharap ada penyertaan modal dari pemerintah kota, melalui DPRD Kota Banjarmasin untuk melakukan pembahasannya.

Direktur Utama Perumda PALD Endang Waryono

Menurut Endang, pendapatan perusahaan bidang sanitasi dan limbah ini, hanya sebesar Rp 260 juta setiap bulan, dari cakupan sebanyak 5.600 pelanggan, artinya masih jauh dari harapan untuk meningkatkan, baik segi pelayanan maupun segi penambahan infrastruktur.

“Kita berharap penyertaaan modal bisa direalisasikan, sehingga pembangunan jaringan IPAL di kawasan jalan A Yani bisa dilaksanakan pada 2023,”ungkapnya, saat menghadiri penyampaian LKPJ 202, di Komisi II DPRD Banjarmasin, Selasa (5/4/22).

Ditegaskan Endang, proyek jaringan perpipaan A Yani itu, sebenarnya ada di 2021 namun gagal, karena terjadi recofusing anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19, untung ada saja jaringan di Kawasan A Yani, mulai pihak hotel niaga sampai perkantoran, menjadi mitra Perumda PALD.

Baca Juga :   PAN Sesalkan Langkah Walikota Ibnu Sina Dukung Kenaikan Tarif Air Leding

“Walaupun demikian untuk menambah cakupan layanan, pihaknya juga mewajibkan, karyawan Perumda PALD menjadi pelanggan,”tegas Endang.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Awan Subarkah mengatakan, proyek yang diharapkan Perumda PALD yakni perpipaan dari kawasan Kolonel Sugiono, A Yani hingga simpang Jalan Jati, “Sasaran pelanggan yakni hotel, perkantoran, restoran dan sebagainya,” ujarnya.

Bagi dia, perpipaan tersebut menjadi masa depan bagi Perumda PALD untuk menambah pendapatan. Hanya saja, kendala yang akan dihadapi dalam memasang pipa jaringan itu, yakni soal perizinan. Sebab, pipa sekarang tidak boleh ada bahu jalan atau memakai badan sungai.

Pun demikian, Awan menyatakan, akan mengusulkan penyertaan modal Rp11 miliar untuk Perumda PALD pada perubahan APBD 2022,“Apabila anggarannya masih memadai, akan kita usulkan permodalan untuk Perumda PALD,”ujarnya.(benk/iniberita)