Program Es Kopi Enduls, Puskesmas Paringin Selatan Tekan Angka Penyakit TBC

oleh -1785 Dilihat
Teks foto (Istimewa).Para kader di desa melaksanaan skrining TBC dan investigasi.

INIBERITA.id, BALANGAN – Melalui program Es Kopi Enduls atau Investigasi Kontak Erat Penderita Tuberkulosis. Puskesmas Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, dapat menekan angka penularan penyakit tuberkulosis (TBC).

Kepala Puskesmas Paringin Selatan drg Siti Marfuah menjelaskan, hadirnya inovasi Es Kopi Enduls, dikarenakan adanya berbagai kendala dilapangan, dalam menghadap penderita penyakit penular kasus TBC tersebut.

Serta rendahnya angka temuan kasus TBC, kurang optimalnya upaya penemuan aktif, hal ini akibat keterbatasan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di rumah sakit, sehingga proses pemeriksaan tidak tercatat, ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) menjadi hambatan.

“Dilakukannya Es Kopi Enduls selama satu minggu, dapat ditemukan satu kasus indeks, jika dalam kunjungan awal, semua kontak erat berhasil diskrining, sehingga para petugas akan melakukan kunjungan ulang hingga seluruh kontak dapat diperiksa,” jelasnya.Kamis (10/7/2025).

Seorang inovator program Herma Juniarsih menambahkan, untuk percepatan dalam pelaksanaan skrining, dengan berbasis komunitas tersebut, tentunya Puskesmas harus bekerjasama, dengan pihak pemerintah desa untuk membentuk kader TB di setiap desa.

Menurutnya, sejumlah keunggulan dari Es Kopi Enduls ini, dapat mendorong peningkatan jumlah temuan terduga TBC, dikarenakan peran aktif para kader TB desa, dalam membantu proses identifikasi awal.

Sehingga inovasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TBC dan ini pemerintah desa mengaktifkan peran kader untuk melakukan skrining dan investigasi kontak setiap ada kasus baru.

“Koordinasi dan kerjasama dengan Kepala desa dibeberapa desa sangat perlu dan ini sudah menerbitkan SK penetapan kader TB, agar mereka memperoleh honor bulanan sebagai bentuk dukungan,”tambahnya.

Selain itu dijelaskannya, program ini diharapkan dapat mempercepat deteksi kasus baru maupun kasus kambuh, baik pada orang dewasa maupun anak-anak yang memiliki riwayat kontak erat, dengan penderita TBC.

Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengobati kasus TBC laten, sehingga penularan dapat dicegah sejak dini. Deteksi dini dan pengobatan TBC laten menjadi strategi penting dalam pengendalian TBC dan berkontribusi menurunkan jumlah penderita, sehingga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

“Es Kopi Enduls berhasil tercatat sebanyak 303 orang terduga TBC telah ditemukan dan diperiksa melalui investigasi kontak yang melibatkan kader TB desa dan ini meningkat dibandingkan hanya 79 orang pada tahun 2023,”jelasnya.(iwn/iniberita).