Reses Hari Kartono, Warga Sungai Andai Keluhkan Kelangkaan Gas Melon

oleh -1948 Dilihat
Teks foto. Reses anggota DPRD Kota Banjarmasin Hari Kartono, di Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara, tepatnya di Komplek PWI Blok E RT31 Jalur 4.

INIBERITA.id, BANJARMASIN- Reses hari pertama anggota DPRD Kota Banjarmasin Hari Kartono, di Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara, tepatnya di Komplek PWI Blok E RT31 Jalur 4 dan Jalan Padat Karya Blok Akasia 1, warga Kelurahan Sungai Andai tersebut, banyak mengeluhkan kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram.

Kelangkaan keberadaan gas melon yang merupakan kebutuhan pokok dapur, para ibu-ibu rumah tangga tersebut, sering dirasakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin, namun ironisnya hilangnya gas melon ini tidak dapat dikendalikan, bagi  pihak Pertamina maupun dinas terkait di Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Menurut Hari Kartono kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, dirinya mengakui telah terjadi kelangkaan gas melon 3 kg bersubsidi tersebut, tetapi kelangkaan itu  bukan saja di Banjarmasin tapi secara nasional.

Walaupun demikian, keluhan warga atas langkanya gas melon ini, merupakan  catatan sekaligus sebagai bahan dirinya untuk ditindaklanjuti permasalahan ini untuk dibawa ke Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, bagaimana kedepannya langkanya gas ini tidak terjadi lagi.

“Memang fenomena dan peristimewa langkanya gas elpiji 3 kg bersubsidi tersebut, menjadi perhatian dirinya karena dampaknya sangat besar khususnya bagi ibu-ibu,”ungkapnya. Jumat (27/6/2025).

Ditegaskan Hari panggilannya, dirinya berharap Pemko Banjarmasin melaui dinas terkait, segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan elpiji, apabila ada ditemukan permainan para pangkalan, jangan ragu-ragu tindak tegas dan cabut izin usahanya.

Sebab, perbuatan para pangkalan yang dinilainya nakal ini, sudah meresahkan warga dan untuk mengambil keuntungan pribadi, diatas penderitaan warga yang membutuhkan gas elpiji tersebut, dengan kelangkaan itu akhirnya harga gas naik dari Harga Enceran Tertinggi (HET).

“Memang stok gas elpiji sebenarnya cukup, namun pada di lapangan justru kurang, dikarenakan adanya oknum yang menyalahgunakan jatah pendistribusian gas elpiji 3kg dan diminta cabut izin usahanya,”tegasnya. (benk/iniberita).