Tiga Kilometer Menembus Banjir, Wagub Kalsel Datang Bukan Sekadar Seremonial

oleh -1606 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman bersama istri drg Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi, memilih berjalan kaki menembus genangan air sejauh lebih dari tiga kilometer demi memastikan bantuan.

INIBERITA.id, MARTAPURA – Di tengah kepungan banjir setinggi paha orang dewasa, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman bersama istri drg Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi, memilih berjalan kaki menembus genangan air sejauh lebih dari tiga kilometer demi memastikan bantuan benar-benar sampai ke warga Desa Gudang Hirang (Sungai Madang), Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (7/1/2026) sore.

Tanpa protokoler berlebihan, langkah Wagub terhenti di halaman Langgar Darulmuslimin RT 08, titik kumpul warga yang telah dua pekan bertahan dalam kondisi terisolasi. Di tempat itu, Hasnuryadi tidak hanya menyerahkan bantuan sembako, tetapi juga menyerap langsung keluhan warga, memberi penguatan moril, sekaligus menegaskan kehadiran negara di saat masyarakat paling membutuhkan.

Wajah-wajah lelah warga perlahan berubah. Suasana yang semula muram mencair ketika Wagub dan Ketua BKOW Kalsel menyapa satu per satu warga, bercengkrama dengan anak-anak, hingga melontarkan candaan ringan. Tawa kecil pun pecah, menjadi jeda singkat dari kecemasan lebih dari 100 kepala keluarga yang terdampak banjir.

Didampingi jajaran kepala SKPD Pemprov Kalsel, UPZ “Bakti Bersama” Hasnur Group, IKAPTK Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Gusti Iskandar, Wagub memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Bantuan tersebut meliputi ratusan paket sembako dari UPZ Hasnur Group dan Yayasan Hasnur Centre, bantuan IKAPTK dan Dispora Kalsel, obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kalsel, hingga kebutuhan darurat yang disalurkan PMI bersama DPRD Kalsel.

Di sela kegiatan, Hasnuryadi menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah bencana bukan formalitas belaka.
“Sesuai arahan Gubernur Kalsel H. Muhidin, pemerintah harus selalu bersama masyarakat. Kami ingin melihat langsung kondisi warga dan memastikan bantuan sampai. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warga yang merasa belum sepenuhnya tersentuh bantuan, Wagub mengajak seluruh elemen untuk mengedepankan gotong royong, bukan saling menyalahkan.

“Ini bukan saatnya mencari siapa yang kurang atau salah. Masyarakat butuh kita sekarang. Siapa pun yang punya kelebihan, mari berbagi,” ujarnya.

Keputusan berjalan kaki di tengah banjir, lanjut Hasnuryadi, adalah pilihan sadar agar pemerintah benar-benar memahami penderitaan warga akibat keterbatasan akses.

“Transportasi sebenarnya ada, tapi kami memilih berjalan kaki. Kami ingin merasakan langsung apa yang dirasakan warga dan bisa berinteraksi tanpa sekat. Ini ikhtiar terbaik dengan niat ibadah,” katanya.

Ketua RT 08 Desa Gudang Hirang, Sarkawi, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia menyebut banjir telah berlangsung sekitar 10 hari dan bantuan baru kali ini masuk ke wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ainun, warga terdampak lainnya. Selain berharap bantuan berkelanjutan, ia meminta pemerintah memberi perhatian pada infrastruktur desa.

“Kalau bisa jalan ini diaspal, supaya anak-anak sekolah yang lewat tidak kesulitan,” harapnya.

Warga menilai banjir kali ini sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ketinggian air rata-rata mencapai paha orang dewasa dan dinilai lebih dalam dibandingkan banjir besar pada 2021 lalu.

“Ini paling parah, lebih dalam dari sebelumnya,”ungkapnya.(benk/iniberita).