INIBERITA.id, BANJARMASIN- Tiga kekuatan perempuan di Kalimantan Selatan, mulai memperkuat barisan untuk mendorong kebijakan daerah yang berpihak kepada perempuan dan anak.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan dan silaturahmi, tiga pilar perempuan Banua yang mempertemukan pimpinan dan anggota KPPD, pengurus Gatriwara, serta pimpinan redaksi dan jurnalis perempuan, dari berbagai media di Kalimantan Selatan.
Pertemuan tersebut digelar, di Ruang Rapat HM Ismail Abdullah, Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (30/9/2026).
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK berharap, pertemuan tersebut tidak berhenti, sebagai ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan pandangan antara KPPD, Gatriwara dan FJPI dalam memperkuat peran perempuan di daerah.
Ia juga mendorong, agar forum serupa dapat dilaksanakan secara berkala, sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi.
“Mari berpikir optimis supaya kaum wanita tambah maju. Keberadaan kawan-kawan media perempuan juga sangat penting untuk mengangkat sosok, visi dan misi agar tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Supian.
Sementara itu, Ketua KPPD Kalsel Dr Hj Dewi Damayanti Said, menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya tiga kekuatan perempuan berkumpul dalam satu forum.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat posisi dan kontribusi perempuan, dalam pembangunan daerah, terlebih perempuan masih menghadapi, berbagai tantangan ketika memasuki ruang publik, termasuk dunia politik.
“Perempuan masih menghadapi berbagai tantangan ketika masuk dan berkiprah di ruang publik, termasuk politik. Dari 55 anggota DPRD Provinsi Kalsel, saat ini terdapat 11 anggota perempuan,” jelas Dewi.
Ia menilai keberadaan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) memiliki posisi strategis dalam memperkuat suara perempuan parlemen melalui pemberitaan yang mampu menyampaikan informasi dan kebijakan kepada masyarakat secara lebih luas.
Tak hanya media, Dewi juga menyoroti peran Gatriwara yang dinilainya menjadi kekuatan penting dalam menopang perempuan parlemen, terutama dari sisi keluarga.
“Ibu-ibu Gatriwara adalah benteng kami. Kalau kami di-bully di media sosial karena kebijakan, kalau kami pulang malam karena rapat Banggar, pian yang menjaga rumah, menjaga anak dan menjaga hati kami tetap kuat. Politik itu keras, tetapi keluarga adalah rumah untuk pulang,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua FJPI Kalsel Hj Sunarti menegaskan, bahwa FJPI hadir sebagai wadah bagi jurnalis perempuan untuk saling menguatkan, meningkatkan kapasitas, sekaligus menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, kolaborasi antarelemen perempuan perlu dibangun tanpa menghilangkan independensi media.
“Kami ingin mendorong jurnalisme yang berperspektif perempuan, ramah anak, menghargai keberagaman dan berpihak kepada publik tanpa kehilangan independensi,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi tiga elemen perempuan- perempuan parlemen, keluarga pendamping anggota dewan, dan jurnalis perempuan—untuk memperkuat komunikasi serta membuka peluang kolaborasi dalam mengawal isu perempuan dan anak di Kalimantan Selatan. (silvi/iniberita)
