TPID Banjarmasin Sidak Pasar Jelang Nataru, Harga Bawang Bima Meroket hingga Rp60 Ribu

oleh -1423 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.

INIBERITA.id,BANJARMASIN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional.

Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang berpotensi menekan daya beli masyarakat, Kamis (18/12/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, yang mewakili Wali Kota Banjarmasin, mengatakan pemantauan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah menghadapi peningkatan permintaan menjelang akhir tahun.

“Ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap menjelang Nataru. Biasanya terjadi lonjakan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga. Karena itu, kami kembali turun ke lapangan untuk memastikan kondisi pasokan dan harga tetap terkendali,” ujar Yuliansyah.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pangan strategis. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah bawang Bima.

“Bawang merah asal Brebes terpantau di kisaran Rp38.000 per kilogram. Namun bawang Bima justru mengalami lonjakan cukup tinggi, dari sekitar Rp40.000 hingga menembus Rp60.000 per kilogram,” ungkapnya.

Selain itu, harga daging ayam juga mengalami kenaikan sekitar Rp 8000 per kilogram, sementara telur ayam naik tipis sekitar Rp1000 per kilogram.

Meski demikian, Yuliansyah memastikan ketersediaan beras secara umum masih dalam kondisi aman. Kenaikan harga hanya terjadi pada jenis beras lokal akibat berkurangnya pasokan dari daerah sumber.

“Stok beras secara keseluruhan aman. Hanya beras lokal yang mengalami sedikit kenaikan karena adanya kendala pasokan sehingga volumenya berkurang,” jelasnya.

Kabar baiknya, harga cabai justru menunjukkan tren penurunan. Dari sebelumnya berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp58.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

TPID Banjarmasin memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya menjelang puncak perayaan Nataru. (silvi/iniberita)