Usia 499 Tahun, Banjarmasin Belum Merdeka dari Persoalan Sampah

oleh -2316 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Kota Banjarmasin Gusti Yuli Rahman Politisi Partai Demokrat.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin resmi berusia 499 tahun, sebagai kota tua dengan julukan Kota Seribu Sungai, Banjarmasin memiliki sejarah panjang dalam perjalanan peradaban di Kalimantan Selatan. Namun, di balik usianya yang hampir lima abad, berbagai permasalahan mendasar masih membayangi kota ini.

Persoalan pendidikan, sosial, hingga kemiskinan menjadi catatan penting yang belum terselesaikan. Lebih khusus lagi, masalah sampah seakan menjadi momok abadi yang sampai hari ini belum menemukan jalan keluar yang benar-benar efektif.

Di berbagai sudut kota, tumpukan sampah masih mudah ditemui. tidak hanya di TPS disertai tak maksimalnya pengangkutan tetapi juga di bantaran sungai yang justru menjadi identitas utama Banjarmasin, menjadi sasaran pembuangan dan tempat sampah.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran karena berdampak pada kesehatan masyarakat, keindahan kota, hingga pencemaran lingkungan.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin Gusti Yuli Rahman mengungkapkan, pihaknya  masih seringnya melihat sampah menumpuk diberbagai sudut kota dan di dekat sungai.

Kota ini sudah hampir 500 tahun, tapi masalah sampah masih sama dari dulu, sungai yang seharusnya jadi kebanggaan malah dipenuhi sampah.

Baca Juga :   Posyandu Bahagia Resmi Beroperasi, Warga Sungai Andai Padati Layanan Kesehatan Perdana

“Kalau tidak serius diatasi, Banjarmasin akan terus dikenal sebagai kota yang kotor,” ungkapnya.Rabu(1/10/205).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, memang upaya pemerintah kota melalui program pengurangan sampah plastik, bank sampah, hingga rencana pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) cukup membantu dalam mengurangi volumen sampah kota.

Kendati demikian, dinilai belum memberikan hasil maksimal, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran penuh akan pentingnya menjaga kebersihan, ditambah keterbatasan fasilitas dan armada pengangkutan sampah yang belum sebanding dengan volume produksi sampah harian.

Komitmen pihak Pemko Banjarmasin tak bisa berhasil tanpa ada dukungan masyarakat kota, agar ke depan Banjarmasin benar-benar bisa lepas dari masalah ini.

“Kita ingin Banjarmasin tidak hanya dikenal sebagai kota seribu sungai, tetapi juga kota yang bersih dan sehat. Butuh kerja sama antara pemerintah dan masyarakat agar masalah ini bisa diselesaikan,”tegasnya.

Kini usia Kota Banjarmasin sudah 499 tahun, dewan dan masyarakat berharap momentum hari jadi ini menjadi titik balik bagi pemerintah kota untuk lebih fokus menuntaskan persoalan mendasar, khususnya kebersihan dan pengelolaan sampah.

Baca Juga :   Yamin Turun Tangan Bersihkan Sungai Lumbah, Bangunan di Atas Sungai Siap Ditertibkan

Dengan demikian, saat menyongsong usia ke-500 tahun nanti, Banjarmasin tidak hanya dibanggakan karena sejarahnya, tetapi juga karena keberhasilannya membangun kota yang bersih, modern, dan layak hunian menuju Banjarmasin maju sejehatera.(benk/iniberita).

No More Posts Available.

No more pages to load.