Warga Belitung Utara Geram, Air PTAM Tak Mengalir Normal Sejak 2022 hingga Jalan Permukiman Jadi Arena Balap Liar

oleh -1397 Dilihat
Teks foto. Anggota DPRD Banjarmasin M Ridho Akbar dari Fraksi Golkar.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Keluhan warga Kelurahan Belitung Utara kembali mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar, di Gang Kalimantan I RT 1 dan RT2.

Persoalan distribusi air bersih PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih yang tak kunjung tuntas sejak 2022 hingga kondisi jalan permukiman yang rawan akibat kendaraan melaju kencang menjadi sorotan utama masyarakat.

Dalam dialog bersama warga, dua aspirasi paling mendesak disampaikan, yakni distribusi air PTAM yang tidak normal pada pagi hingga siang hari serta permintaan pemasangan speed bump (polisi tidur) demi menekan laju kendaraan yang kerap melintas dengan kecepatan tinggi.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar, mengungkapkan persoalan air bersih telah lama menjadi keluhan warga.

Menurutnya, air hanya mengalir lancar pada malam hari, sedangkan pada pagi hingga siang debitnya sangat kecil sehingga menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pada reses di Gang Kalimantan I RT 1 dan RT 2 ini ada dua persoalan utama yang disampaikan warga. Pertama, distribusi air PTAM yang pada pagi dan siang hari sangat kecil, sementara malam hari baru mengalir deras,” ujar Ridho.

Ia menegaskan, aspirasi tersebut langsung dikoordinasikan dengan PTAM Bandarmasih agar segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PTAM dan berharap persoalan ini bisa segera dibenahi pada tahun ini sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Ketua RT 1 Gang Kalimantan I, Fauzi Rahman, mengungkapkan masalah tersebut bukan persoalan baru. Bahkan, laporan kepada PTAM telah disampaikan sejak tahun 2022, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang benar-benar dirasakan warga.

“Kalau siang airnya kecil, tapi malam baru lancar. Masalah ini sudah sering kami laporkan sejak tahun 2022, namun sampai sekarang belum ada solusi yang maksimal,” kata Fauzi.

Selain persoalan air bersih, warga juga menyoroti tingginya kecepatan kendaraan yang melintas di kawasan permukiman. Jalan tersebut menjadi jalur alternatif sehingga sering dimanfaatkan pengendara untuk melaju kencang dan membahayakan keselamatan warga.

Salah seorang warga, Hamzah, meminta pemerintah segera memasang speed bump atau polisi tidur sebagai langkah antisipasi.

“Kami meminta dipasang polisi tidur karena banyak pengendara yang ngebut. Jalan ini merupakan jalur tembus sehingga cukup membahayakan, terutama bagi anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar jalan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ridho Akbar memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan terus dikawal hingga dibahas bersama instansi terkait.

Ia berharap persoalan distribusi air bersih maupun pemasangan fasilitas keselamatan jalan dapat segera direalisasikan agar pelayanan publik dan keamanan warga semakin baik.(silvi/iniberita).