Wawali Ananda Pimpin Rakor Apel Siaga Hidrometeorologi 2025, Seluruh Unsur Diminta Perketat Kesiapsiagaan Bencana

oleh -1535 Dilihat
Teks foto (Istimewa). Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda bersama Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN-  Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat BPBD Kota Banjarmasin, Selasa (2/12/2025).

Rakor ini melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, BPBD Provinsi, Basarnas, BMKG, hingga lembaga dan relawan kebencanaan lainnya yang memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana di Kota Banjarmasin.

Dalam arahannya, Hj. Ananda menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh pihak menjadi hal krusial mengingat Banjarmasin merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, hingga gelombang pasang.

“Rakor ini sangat penting untuk memastikan seluruh unsur benar-benar siap menghadapi musim hujan. Koordinasi dan respons cepat harus terus diperkuat agar dampak bencana bisa kita minimalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa kegiatan kesiapsiagaan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan menjelang puncak musim hujan, sejalan dengan peringatan dan prakiraan cuaca dari BMKG.

Menurutnya, pada periode November hingga Desember, intensitas hujan cenderung meningkat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat fenomena puncak pasang air laut yang dapat mencapai ketinggian tiga meter.

“Ada dua potensi yang terjadi bersamaan, yaitu hujan dengan intensitas tinggi dan pasang air laut. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak terulang kembali banjir besar seperti 14 Januari 2021,” jelasnya.

Ia menambahkan, banjir besar 2021 terjadi akibat bertemunya tiga sumber sekaligus: hujan deras, pasang air laut, dan kiriman air dari daerah hulu, terutama dari kawasan DAS Martapura.

“Banjarmasin berada di wilayah hilir, sehingga ketika kiriman air dari hulu datang bersamaan dengan hujan lokal dan pasang tinggi, risiko banjir meningkat signifikan,” tambah Husni.

Rakor ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (silvi/iniberita)