Target Tak Tercapai, Banggar DPRD Banjarmasin Pertanyakan Kinerja Perumda Pasar Baiman  

oleh -1970 Dilihat
Teks foto, Banggar DPRD Kota Banjarmasin saat rapat pembahasan anggaran Pemko Banjarmasin.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Lantaran target tak tercapai, Badan Anggaan (Banggar) DPRD Kota Banjarmasin mempertanyakan, kinerja Perumda Pasar Baiman. Bahkan wakil rakyat tersebut bingung apa kendalanya.

Terbukti pada triwula kedua 2025, padahal targetnya menggunung namun realisasinya minim, hanya mengumpulkan Rp 1,8 miliar, artinya angka itu jauh dari bayangan anggota Banggar, paling tidak Rp 4 miliar diperiode yang sama.

“Sebelumnya waktu masih dipangku Disperdagin, setahun bisa tercapai Rp 8 miliar dan semester pertama minimal Rp4 miliar, namun selaarang cuma Rp1,8 miliar, artinya kinerja dipertanyakan,” kata Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Faisal Hariyadi usai rapat Banggar, Jumat (4/7/2025).

Politikus Fraksi PAN ini menegaskan, sebenarnya dewan tak ingin buru-buru menghakimi, namun melihat kinerja yang stagnan, sehingga pihaknya  memaksa mempertanyakan terobosan direksi tersebut.

“Karena sejak berdiri pada Januari lalu, direksi janji menyetor business plan, nyatanya sampai hari ini belum kami terima,”tegasnya.

Komisi II DPRD Banjarmasin yang membidangi ekonomi dan keuangan tersebut,  menilai bahwa sektor pasar tradisional, sebenar punyai potensi besar untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan status badan usaha, Perumda ini seharusnya lebih lincah dari dinas  sebenarnya, oleh sebab itu, pihaknya meminta jajaran direksi dihadirkan, pada rapat Sabtu (5/7/2025) siang nanti dan perlu diketahui, pihaknya perlakukan terhadap perusahaan daerah, pada dasarnya semua sama termasuk PALD dan PAM Bandarmasih dan selama tak tercapai target harus dievaluasi.

“Pihaknya ingin meminta penjelasan dari direksi kenapa pendapatnya sangat minim, kalau ada kendala, mari kita carikan solusinya bersama pemko. Jangan dibiarkan menguap,”ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pengawas (Dewas) dan menjabat sebagai Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Eddy Wibowo, mengakui, capaian direksi masih jauh dari kata memuaskan.

Baru mencapai Rp1,8 miliar dan ini belum maksimal, walaupun dengan harus diingat, perpindahan manajemen, sistem retribusi dan pembenahan lainnya memerlukan waktu.

Dewas setiap triwulan melakukan evaluasi performa direksi dan pihaknya terus mendorong, agar kinerjanya meningkat, karena tujuan Perumda Pasar ini didirikan untuk meningkatkan PAD, serta mensejahterakan masyarakat dan pembinaan pasar bisa terwujud.

Jika sampai tutup tahun target tak kunjung terkejar, pihaknya mengusulkan evaluasi menyeluruh dan sudah jadi catatan konsultasi, dengan Disperdagin pun terus berjalan.

“Enam bulan terlalu singkat untuk menyimpulkan gagal. Inikan lagi berproses. Tahun pertama ini setidaknya harus sejajar dengan capaian Disperdagin dulu,” unkapnya.(benk/iniberita).