Gunung Es Kekerasan di Kalsel, DP3AKB Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lindungi Perempuan dan Anak

oleh -1832 Dilihat
Foto Istimewa.

INIBERITA.id, BANJARBARU- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan bagi kelompok rentan.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran serta kapasitas masyarakat dalam mencegah kekerasan, sekaligus menegaskan bahwa upaya perlindungan tidak dapat dilakukan secara sektoral.

Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Besar harapan saya kegiatan ini memperkuat sinergi dan komitmen kita semua dalam pencegahan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ujar Husnul saat membuka kegiatan di Banjarbaru, Sabtu (8/11/2025).

Ia menegaskan, perempuan dan anak merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. Ketika mereka mendapatkan perlindungan, kesempatan, dan ruang tumbuh yang aman, maka masa depan daerah akan lebih baik. Namun berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan anak, eksploitasi, hingga pelecehan.

“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak bagaikan gunung es. Mereka adalah kelompok rentan yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang tanpa kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Berdasarkan Data SIMFONI PPA di Kalimantan Selatan, Januari hingga September 2025 tercatat 515 kasus kekerasan dengan jumlah korban 544 orang. Korban perempuan mencapai 202 orang, sementara korban anak baik laki-laki maupun perempuan sejumlah 331 orang. Bentuk kekerasan yang paling sering terjadi ialah psikis, seksual, dan fisik.

Untuk itu, Husnul menekankan pentingnya memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan semua pihak.

“DP3A Kalsel berkomitmen mendorong upaya holistik, mulai dari edukasi, penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, hingga layanan perlindungan yang terintegrasi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sosial terdekat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap meningkatnya kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Mari mulai dari rumah, sekolah, dan komunitas dengan menanamkan nilai kesetaraan dan saling menghargai,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Husnul mengajak seluruh peserta agar berani menolak dan melaporkan setiap tindakan kekerasan.

“Mari bersama bergerak, bergandengan tangan melakukan pencegahan kekerasan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Dengan kerja sama yang kuat, kita yakin dapat mencetak generasi yang lebih baik, perempuan yang berdaya, dan keluarga yang sejahtera,” pungkasnya. (adv/iniberita)