FGD Ekspedisi Patriot Transmigrasi Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Gula Habang

oleh -1730 Dilihat
Teks foto (Istimewa). FGD Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi saat mengikuti pemaparan arah pengembangan Kawasan Transmigrasi Gula Habang di Arraudah Syariah.

INIBERITA.id, BALANGAN – Upaya percepatan pembangunan Kawasan Transmigrasi Gula Habang di Kabupaten Balangan memasuki fase penting melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Teknokrasi Ekspedisi Patriot Transmigrasi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis yang mempertemukan Tim Ekspedisi Kementerian Transmigrasi RI, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam satu forum perumusan arah pembangunan kawasan.

Puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan penyampaian aspirasi Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kabupaten Balangan. Ketua PATRI, Edy Junaidi, menyampaikan apresiasi atas pemberian beasiswa dari pemerintah pusat dan menegaskan pentingnya pelibatan PATRI sebagai pemangku kepentingan resmi dalam pengembangan kawasan.

“PATRI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan, pendidikan, ekonomi, dan peningkatan keterampilan masyarakat transmigran,” ujar Edy Junaidi, Jumat (13/11/2025).

FGD yang digelar di Arraudah Syariah Paringin Kota itu dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus. Ia menekankan pentingnya penentuan unique advantage atau keunggulan spesifik kawasan transmigrasi sebagai dasar efektivitas perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

Dalam pemaparan materi, sejumlah narasumber memberikan arahan strategis pengembangan kawasan. Dari BAPPERIDA Balangan, Mochammad Sulistyono menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelaraskan seluruh rekomendasi FGD ke dalam RPJMD.

Dari Dinas Transmigrasi Balangan, Muhammad Arsyad mengusulkan pengembangan wisata budaya melalui konsep miniatur budaya Indonesia yang mencerminkan keberagaman suku para transmigran.

Sementara itu, Kabid Transmigrasi Disnakertrans Provinsi Kalimantan Selatan, Ina Yuliani, menjelaskan bahwa kebijakan transmigrasi kini berorientasi pada pengembangan kawasan terpadu. Ia juga menginformasikan adanya program beasiswa dari Kementerian Transmigrasi bagi anak-anak transmigran sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia.

Perwakilan BPPMDDTT Banjarmasin turut menegaskan kesiapan memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk memperkuat kapasitas masyarakat transmigran.

Dari aspek akademik, Tim UNDIP memaparkan hasil riset teknis dan sosial. Dr. Jawoto mengidentifikasi sejumlah potensi pengembangan kawasan, sementara peneliti Chaieydha Noer Afiefah menyoroti persoalan teknis pertanian seperti pola pemupukan yang belum teratur serta minimnya pengetahuan petani dalam pengolahan lahan.

Dalam sesi diskusi, tokoh masyarakat transmigran, Aud Tahyudin—yang telah bermukim 17 tahun di Gula Habang—membagikan pengalaman mengenai ketahanan sosial dan dinamika perkembangan masyarakat transmigran dari waktu ke waktu.

FGD ini menjadi fondasi penting bagi penguatan sinergi lintas lembaga, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat transmigran sebagai aktor utama dalam pembangunan berkelanjutan Kawasan Transmigrasi Gula Habang. (iwn/iniberita)