INIBERITA.id, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalsel 2026 di Gedung Idham Chalid, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Sinkronisasi dengan kebijakan nasional penting agar pembangunan berjalan searah dan saling mendukung,” tegasnya.
Muhidin menyebut capaian pembangunan Kalsel 2025 cukup positif, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 76,10 dan pertumbuhan ekonomi 5,22 persen. Tingkat pengangguran tercatat 4,16 persen dan kemiskinan 3,73 persen, termasuk terendah secara nasional.
Ke depan, pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta penanganan persoalan lingkungan seperti banjir secara terpadu dari hulu hingga hilir.
Pemprov Kalsel juga mendorong sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan Jembatan Tanah Bumbu–Pulau Laut, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mekar Putih, hingga peningkatan Bandara Syamsudin Noor.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, mengapresiasi komitmen Pemprov Kalsel dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan agenda nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat-daerah dan peningkatan kualitas belanja agar lebih produktif dan tepat sasaran.
Kepala Bappeda Kalsel, Suprapti Tri Astuti, menambahkan bahwa Musrenbang 2026 difokuskan pada penguatan konektivitas wilayah dan pelayanan dasar berbasis kebutuhan masyarakat, guna mendorong pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten/kota.(adv/inibeita).
