Imigrasi Banjarmasin Gandeng PWI Kalsel, Perkuat Informasi Keimigrasian dan Tangkal Disinformasi

oleh -410 Dilihat
Foto Istimewa.

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin memperkuat sinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan guna meningkatkan penyebarluasan informasi keimigrasian yang akurat, edukatif, dan mampu menangkal disinformasi di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan koordinasi yang digelar di Kantor PWI Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (6/7/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal mempererat kolaborasi antara institusi keimigrasian dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang kredibel kepada masyarakat.

Koordinasi dipimpin Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Tantio Wahyu Saputra, didampingi Badar Sucahyo dan Hasan Basry. Rombongan disambut Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmi, bersama jajaran pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, PWI Kalimantan Selatan memperkenalkan profil organisasi sekaligus berdiskusi mengenai berbagai dinamika dunia jurnalistik. Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah maraknya oknum yang mengatasnamakan wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) tanpa menjalankan profesi jurnalistik sesuai kode etik.

Tantio Wahyu Saputra menegaskan media memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat dengan insan pers. Melalui sinergi ini, informasi mengenai layanan dan kebijakan keimigrasian dapat tersampaikan secara akurat, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dari sumber yang kredibel,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan dunia jurnalistik, kedua belah pihak juga merancang program “Imigrasi Menyapa Media”, yang akan menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi antara Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin dengan insan media di Kalimantan Selatan.

Menurut Tantio, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan pemahaman media terhadap berbagai isu keimigrasian, serta membangun komunikasi yang berkesinambungan.

“Program Imigrasi Menyapa Media kami harapkan menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan pemahaman media terhadap isu-isu keimigrasian, sekaligus membangun komunikasi yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tantio juga menyoroti tantangan penyebaran informasi di era digital yang berlangsung sangat cepat dan kerap tidak melalui proses verifikasi.

“Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, kehadiran media yang profesional sangat dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kolaborasi dengan PWI menjadi sangat penting,” tegasnya.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin juga memaparkan berbagai pengembangan teknologi keimigrasian yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem digital yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Melalui koordinasi ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin berharap sinergi dengan PWI Kalimantan Selatan semakin kuat dalam mendukung penyebarluasan informasi keimigrasian yang edukatif, menangkal disinformasi, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap layanan keimigrasian.(benk/iniberita).