UP2K PKK Banjarmasin Dituntut Naik Kelas, Pemko Dorong Pelaku Usaha Kuasai AI hingga Marketplace

oleh -399 Dilihat
Foto Istimewa

INIBERITA.id, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, se-Kota Banjarmasin Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Kemasan, Kayu Tangi, Selasa (4/8/2026), tersebut menjadi langkah Pemko Banjarmasin untuk mendorong pelaku usaha binaan PKK agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas pemasaran produk secara digital.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga membekali anggota UP2K PKK dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), media sosial hingga manajemen keuangan.

“Pelatihan kapasitas anggota UP2K PKK ini berkaitan dengan bagaimana cara menggunakan AI, bagaimana menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, memanajemen keuangan dan sebagainya,” ujar Muftezar.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi penting agar anggota UP2K PKK tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memasarkan dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Ia berharap anggota UP2K PKK yang tersebar di tingkat kecamatan dan kelurahan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun kelompok.

“Saya harap mereka bisa mengaplikasikannya untuk menunjang kesejahteraan keluarga dan kelompok dalam kerja samanya. Saya juga sudah menitipkan pesan kepada narasumber agar bisa memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada anggota UP2K PKK Kota Banjarmasin,” katanya.

Muftezar menilai selama ini pemasaran produk UP2K PKK masih banyak mengandalkan penjualan melalui toko maupun momentum kegiatan pemerintah, seperti pameran dan bazar.

Karena itu, Pemko Banjarmasin mendorong agar pola pemasaran tersebut mulai diperluas dengan memanfaatkan marketplace dan berbagai platform media sosial.

“Hal ini tentu agar mereka bisa mandiri dengan memasarkan produknya sendiri menggunakan marketplace atau media sosial lainnya. Sehingga mereka bisa jauh lebih berkembang dibandingkan jika hanya berharap dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemampuan memanfaatkan teknologi digital diharapkan dapat membuka pasar yang lebih luas bagi produk-produk UP2K PKK Banjarmasin.

Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya bergantung pada kegiatan pemerintah sebagai sarana promosi, tetapi mampu membangun pasar sendiri, meningkatkan omzet, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Pemko Banjarmasin berharap pelatihan tersebut menjadi momentum bagi anggota UP2K PKK untuk bertransformasi dari sekadar pelaku usaha binaan menjadi pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi, mengelola keuangan dengan baik, serta memiliki strategi pemasaran yang lebih modern dan kompetitif. (silvi/iniberita)